91 KK Desa Bongkok Kabupaten Tangerang Masih BAB Sembarangan

Sebanyak 108 kepala keluarga di Desa Bongkok, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang masih melakukan buang air besar (BAB) tidak pada tempatnya.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Ega Alfreda
Helikopter atau tempat buang air besar RT 1/1 Desa Bongkok, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, SEPATAN - Sebanyak 108 kepala keluarga di Desa Bongkok, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang masih melakukan buang air besar (BAB) tidak pada tempatnya.

Dari data dilapangan, 17 kepala keluarga diantaranya sudah memiliki toilet namun belum mempunyai saluran pembuangan yang laik.

Dikatakan WASH Fasilitator USAID IUWASH Plus, Suhaemi, sisanya masih melalukan aktivitas buang air besar tidak pada tempatnya.

"Yang punya toilet layak seperti septiktank kedap hanya 17 KK. Yang lain BAB ditempat terbuka, atau punya toilet di rumah tapi pembuangannya langsung ke sungai," jelas pria yang sudah berkecimpung tujuh tahun di Desa Bongkok, Senin (3/12/2018).

Bambang Permadi salah satu penggiat koperasi dan warga di Desa Bongkok RT 1/1 mengatakan, 80 persen di desanya memang masih melakukan buang air besar di kali.

Namun, hal tersebut sudah menjadi hal yang wajar sebab sudah dilakukan secara turun temurun dari dahulu kala.

"80 persen memang warga di RT 1/1 masih belum punya wc sendiri. Jadi ya buang air besar di kali cuma ditutupi saja," ujar Bambang.

Padahal, menurut dia, warga Desa Bongkok RT 1/1 yang rata-rata bekerja sebagai petani dan buruh tersebut mempunyai penghasilan yang cukup.

Rata-rata penghasilan mereka rata-rata Rp 100 ribu perhari bahkan banyak yang melebihi angka tersebut.

Ular Piton Gigit Alat Kelamin Pria Asal Thailand, Terjadi Saat Buang Air Besar di Toilet

Kerap Tahan Buang Air Besar? Ternyata Bisa Berakibat Perut Jadi Lebih Besar

Memijat Tubuh Bagian Ini Ternyata Mampu Memperlancar Buang Air Besar

"Anak-anak di sini aja kayak bocah SD uang jajannya rata-rata Rp 10 ribu perhari," sambung Bambang.

Menurutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang sudah berupaya untuk membangun toilet pada 108 kepala keluarga di RT 1/1 Desa Desa Bongkok.

Namun, banyak toilet yang sudah dibangun menjadi terbengkalai karena tidak digunakan oleh warganya.

"Karena sudah seperti budaya saja buang air besar di kali situ. Jadi memang banyak toilet-toilet umum yang sekarang gak kepakai," jelas Bambang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved