Breaking News:

Pengendalian Pencemaran Hilir Citarum Melalui Pembentukan Bank Sampah

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi pembentukan bank sampah dan cara pemilahan sampah

Istimewa/Dok Pusat Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Mercu Buana
Sosialisasi dan edukasi pembentukan bank sampah dan cara pemilahan sampah dilaksanakan dengan menggunakan Learning Methodology 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sungai Citarum adalah sungai terpanjang yang berada di Provinsi Jawa Barat. Kondisi sungai Citarum sangat memprihatinkan dan merupakan sungai terkotor kedua di dunia.

Menyadari bahwa kelestarian sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat ini merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat yang bermukim di Jawa Barat, melalui penjabaran Peraturan Presiden Republik Indonesia (PERPRES) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum telah dilaksanakan Program Citarum Harum yang melibatkan sivitas akademika Perguruan Tinggi.

Universitas Mercu Buana, selaku Koordinator Sektor 18 Program Citarum Harum bersama 8 Perguruan Tinggi lain (UHAMKA, UMJ, UKI, UNKRIS, LSPR, Univ. MH Thamrin, STIAMI, Universitas Mpu Tantular) telah melakukan berbagai kegiatan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat di lingkungan Sektor 18 dalam menjaga ekosistem dan kebersihan lingkungan sungai Citarum.

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi pembentukan bank sampah dan cara pemilahan sampah.

Kepala Pusat Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Mercu Buana, Dr Inge Hutagalung, mengatakan bahwa sosialisasi dan edukasi pembentukan bank sampah dan cara pemilahan sampah dilaksanakan dengan menggunakan Learning Methodology yaitu suatu metode pembelajaran yang menitikberatkan pada peran serta peserta berdasarkan pengalaman, stimuli dan respon peserta terhadap stimuli tersebut.

"Bahwa keberhasilan dari pelaksanaan hanya akan dicapai bila peserta mempunyai kesungguhan untuk memahami dan berubah untuk menjadi lebih baik dalam segala hal. Untuk itu sosialisasi disajikan melalui aspek pengetahuan (penyampaian materi) dan aspek perilaku (praktek bersama)," kata Inge dalam keterangannya, Senin (3/12/2018).

91 KK Desa Bongkok Kabupaten Tangerang Masih BAB Sembarangan

Inge menuturkan, pada kegiatan sosialisasi dan edukasi pembentukan bank sampah dan cara pemilahan sampah telah diberikan pemahaman dan pengetahuan terkait sampah, cara pemilahan sampah organik dan non organik, pembentukan susunan kepengurusan Bank sampah, cara pengelolaan buku kas dan buku tabungan warga terkait Bank Sampah.

"Kegiatan sosialisasi dan edukasi pembentukan bank sampah dan cara pemilahan sampah dihadiri 35 warga Dusun Sukajaya, dan Kepala Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Karawang Timur," tuturnya.

Secara keseluruhan warga Dusun Sukajaya menyatakan kegiatan sosialisasi menarik, banyak pengetahuan pengelolaan sampah dipahami dan dipelajari selama kegiatan. Materi sosialisasi sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan warga untuk lebih memahami sampah dan cara pengelolaan limbah sampah.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved