Breaking News:

Polda Metro Jaya Buka Layanan SIM D Saat Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Bekasi

Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018 di Bekasi menyediakan layanan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) D.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Layanan SIM D Ditlantas Polda Metro Jaya di peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018 yang berlangsung di Bekasi, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018 yang berlangsung di halaman Parkir Summarecon Mal Bekasi, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, menyediakan layanan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) D.

Kepala Seksie (Kasie) SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar mengatakan SIM D merupakan tipe SIM yang dikhususkan bagi pengendara sepeda motor penyandang Disabilitas.

"Kami tak akan berhenti untuk berinovasi dan mendekatkan diri kepada masyarakat, seperti pelaksanaan SIM Komunitas bagi penyandang disabilitas yang hari ini dilaksanakan di Sumarecon Mal Bekasi ini," Fahri, Senin, (3/12/2018).

Stand pelayanan SIM D di peringatan HID 2018 di Bekasi dibuat cukup nyaman, terdapat dua tenda besar lengkap dengan pendingin udara.

Layanan SIM D Ditlantas Polda Metro Jaya di peringatan Hari Disabiltas Internasional (HDI) 2018 yang berlangsung di Bekasi, Senin (3/12/2018).
Layanan SIM D Ditlantas Polda Metro Jaya di peringatan Hari Disabiltas Internasional (HDI) 2018 yang berlangsung di Bekasi, Senin (3/12/2018). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Masing-masing tenda diperuntukkan untuk pelayanan administrasi permohonan SIM D.

Sementara itu, di bagian belakang tenda, terdapat area ujian praktik. Terdapat sejumlah sepeda motor khusus yang sudah dimodifikasi beroda tiga untuk penyandang disabilitas.

"Untuk mendapatkan SIM D pemohon harus lengkapi persyaratan administrasi nya dulu, ikut ujian baik teori maupun praktik. Untuk medan ujian praktiknya kami buat sedemikian rupa sesuai dengan standar," jelas dia.

Hingga siang tadi, tercatat sudah ada 54 pemohon SIM D.

Pihaknya sangat mengapresiasi penyandang disabilitas yang mengurus SIM D tersebut, karena hal ini merupakan bentuk kepatuhan serta mendukung gerakan tertib berlalu lintas.

Gandeng Kementerian Sosial, Wali Kota Bekasi Ingin Bangun Sekolah Penyandang Disabilitas

Hari Disabilitas Internasional, YPAC Berharap Pemerintah Tambah Fasilitas untuk Disabilitas

"Hingga pukul 13.00 WIB siang tadi ada 53 pemohon SIM D baru dan 1 pemohon SIM D perpanjangan," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pemohon SIM D bernama Budi Laksono mengatakan, ini merupakan pertama kali ia mengikuti ujian SIM D.

Meski dia sejatinya telah mahir mengendarai sepeda motor roda tiga, ia ingin memiliki SIM D untuk mematuhi aturan lalu lintas.

"Baru pertama, saya darang dari Bogor, kebetulan acara ini (HDI) saya lihat ada pembuatan SIM D jadi sekalian aja," jelas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved