Kurs Rupiah Menguat ke Level 14.200, Jokowi: Jangan Kaget kalau Dolar AS Turun Terus

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot, Senin (3/12/2018) kemarin.

Editor: ade mayasanto
Grafis Tribun Jakarta / Tribunnews.com - Jeprima
ILUSTRASI - Seorang karyawan saat menghitung mata uang dalam bentuk pecahan Rp 50.000 dan pecahan Rp 100.000 di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018). Nilai tukar rupiah dipasar spot ditutup menguat 86 poin atau 0,62% ke level Rp 13.889 per dolar AS. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot, Senin (3/12/2018) kemarin.

Penguatan rupiah bertahan selama tiga hari beruntun.

Dolar AS berhasil didorong ke level Rp 14.200.

Presiden Joko Widodo menyebut kurs akan terus semakin perkasa.

Pada perdagangan pukul 09:00 WIB, kurs 1 dolar AS dibanderol Rp 14.260, dan semakin siang, pada pukul 14:16 WIB, kurs terus menguat, 1 dolar AS di pasar spot sebanding dengan Rp 14.220.

Rupiah menguat 0,56% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Rupiah tidak pernah melemah sejak pembukaan.

Jika penguatan ini terus bertahan, maka rupiah berada di jalur yang benar untuk mengulangi performa pekan lalu yang mampu menguat hingga 1,62%.

Dalam sebulan terakhir, rupiah menguat signifikan 4,81%. Namun sejak awal tahun, rupiah masih turun 5,24% di hadapan tekanan dolar (greenback).

Rupiah tidak sendiri, karena mayoritas mata uang utama Asia juga menguat terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan mengalami penguatan paling tajam, disusul oleh baht Thailand dan rupiah di posisi ketiga.

Penguatan rupiah menjadi klaim sukses Pemerintah. Menurut Presiden Joko Widodo, penyebab rupiah bisa menguat tajam akhir-akhir ini, antara lain, banyak arus modal asing masuk ke Indonesia.

“Saya dengar arus modal infonya sudah kembali lagi masuk, masuk, masuk. Jangan kaget nanti kalau dolar AS turun terus, enggak tahu sampai berapa. Tapi kita juga ingin turunnya tidak drastis karena kita masih membutuhkan untuk persaingan dalam ekspor produk Indonesia,” ungkap Jokowi saat menghadiri CEO Network di The Ritz-Carlton, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Menurut Jokowi, performa perekonomian Indonesia cukup baik di tengah gejolak ekonomi global.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved