Pilpres 2019

Elektabilitas Jokowi-Maruf Merosot, Jokowi Dinilai Gagal Sebagai Petahana

eklektablitas Joko Widodo yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 justru hanya berselisih 12,2 persen dengan penantang Prabowo Subianto

Elektabilitas Jokowi-Maruf Merosot, Jokowi Dinilai Gagal Sebagai Petahana
Dok Biro Pers Istana
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengendarai motor baru berkelir hijau beraliran custom untuk berkeliling Kota Tangerang, Minggu (4/11/2018). Turut bersamanya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun menilai Joko Widodo telah gagal sebagai petahana.

Pasalnya, eklektablitas Joko Widodo yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 justru hanya berselisih 12,2 persen dengan penantang Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno.

"Jadi disurvei yang kami lakukan di awal bulau ini jokowi-maruf di 47,7 persen, kemudian angka pasangan prabowo sandiagaitu 35,5 persen. itu artinya ada selisih kurang lebih 12 ,2 persen. selisih elektabilitasnya," kata Rico Marbun di acara ILC TV One.

"Warningnya adalah jangan lupa beliau ini adalah petahanan,.dan kita lihat pengalaman dari pilkada di banyak tempat, seharusnya kalau petahana itu dianggap sukses atau berhasil ,umumnya elektabilitasnya akan dengan mudahmenyentuh di angka 60 sampai 70 persen," tambah Rico Marbun.

Sebelumnya, Pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di kalangan pemilih Nahdatul Ulama (NU).

Sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul di kalangan pemilih Muhammadiyah.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei Median yang dilakukan dari 4 hingga 16 November 2018 dengan 1.200 orang responden.

Rico Marbun mengatakan Jokowi unggul 47,6 persen di kalangan pemilih NU.

Sementara Prabowo elektabilitas di kalangan pemilih NU hanya 36,4 persen.

"Muhammadiyah itu mayoritas memilih Prabowo 62 persen, Jokowi 23 persen, secara persentase sepertinya Muhammadiyah memang lebih mutlak ketimbang besaran NU dalam mendukung Jokowi," kata Rico di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018) lalu.

Selain untuk Menyebrang, 3 JPO di Sudirman, Punya Fungsi Estetika

Kawal Laga Semen Padang FC vs PSS Sleman, Anggota Polres Bogor Meninggal Dunia

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved