Jakampus UIN Jakarta Kritik PSSI Sarat Kepentingan Politik dan Pribadi

Federasi harus menjalankan cita-cita dibentuknya PSSI itu sendiri sebagai pemersatu bangsa melalui sepakbola.

Tayang:
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
Warta Kota/Alex Suban
Penampakan bagian dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, pascarenovasi, Kamis (11/1/2018) petang. Warta Kota/Alex Suban 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Federasi sepakbola Indonesia, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), sedang mendapat sorotan terkait prestasi timnas.

Sejumlah pihak menilai tak ada perbaikan dan isu soal pengaturan skor yang kembali mencuat. 

Sepakbola tidak bisa dipisahkan dari penikmatnya, yakni para suporter klub dan timnas, serta penikmat sepakbola pada umumnya. 

Muhamad Renaldi, ketua Jakampus UIN Jakarta, auporter setia tim Macan Kemayoran, turut angkat bicara terkait sorotan terhadap PSSI

Bagi Renaldi, PSSI memang diisi orang-orang yang tidak benar-benar mementingkan kemajuan sepakbola. 

Ia mengatakan, menurut analisa sebagai suporter, para petinggi PSSI sarat kepentingan politik dan pribadi. 

"Cuma gitu si tarikannya politik kalau saya baca. Analisa saja ini mah. Palingg enggak, kita enggak buta-buta banget. Jangan campur kepentingan politik dan kepentingan pribadi. Mau sampai kapan sepak bola seperti ini," ujar Renaldi kepada TribunJakarta.com, Selasa (4/12/2018). 

Baginya, federasi harus menjalankan cita-cita dibentuknya PSSI itu sendiri sebagai pemersatu bangsa melalui sepakbola.

"Kan kita mengacu pada tujuan sepakbola ini. Kan tujuan sepakbola ini kan dulunya kalau bicara sepakbola Indonesia, diadakannya federasi sepakbola ini kan untuk pemersatu bangsa," ujarnya.

Jika kepentingan yang besar itu dipersempit menjadi urusan pribadi, dengan nada kesal ia mengatakan sebaiknya sepakbola tak perlu ada. 

"Kalau untuk menyenangkan satu kelompok, buat apa bang. Mending sepakbola enggak ada bang," tegasnya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved