Jakampus UIN Jakarta Kritik PSSI Sarat Kepentingan Politik dan Pribadi
Federasi harus menjalankan cita-cita dibentuknya PSSI itu sendiri sebagai pemersatu bangsa melalui sepakbola.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Federasi sepakbola Indonesia, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), sedang mendapat sorotan terkait prestasi timnas.
Sejumlah pihak menilai tak ada perbaikan dan isu soal pengaturan skor yang kembali mencuat.
Sepakbola tidak bisa dipisahkan dari penikmatnya, yakni para suporter klub dan timnas, serta penikmat sepakbola pada umumnya.
Muhamad Renaldi, ketua Jakampus UIN Jakarta, auporter setia tim Macan Kemayoran, turut angkat bicara terkait sorotan terhadap PSSI.
Bagi Renaldi, PSSI memang diisi orang-orang yang tidak benar-benar mementingkan kemajuan sepakbola.
Ia mengatakan, menurut analisa sebagai suporter, para petinggi PSSI sarat kepentingan politik dan pribadi.
"Cuma gitu si tarikannya politik kalau saya baca. Analisa saja ini mah. Palingg enggak, kita enggak buta-buta banget. Jangan campur kepentingan politik dan kepentingan pribadi. Mau sampai kapan sepak bola seperti ini," ujar Renaldi kepada TribunJakarta.com, Selasa (4/12/2018).
Baginya, federasi harus menjalankan cita-cita dibentuknya PSSI itu sendiri sebagai pemersatu bangsa melalui sepakbola.
"Kan kita mengacu pada tujuan sepakbola ini. Kan tujuan sepakbola ini kan dulunya kalau bicara sepakbola Indonesia, diadakannya federasi sepakbola ini kan untuk pemersatu bangsa," ujarnya.
Jika kepentingan yang besar itu dipersempit menjadi urusan pribadi, dengan nada kesal ia mengatakan sebaiknya sepakbola tak perlu ada.
"Kalau untuk menyenangkan satu kelompok, buat apa bang. Mending sepakbola enggak ada bang," tegasnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/stadion-utama-gelora-bung-karno-sugbk_20180215_170205.jpg)