Breaking News:

Pilpres 2019

Beralih Dukungan dari Prabowo ke Jokowi, Dedi Mulyadi: Kalau Dirasa Enak Kenapa Harus Diganti?

Dedi Mulyadi buka suara alasan beralih dukungan dari Prabowo Subianto ke Jokowi, kalau dirasa enak, kenapa harus diganti?

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Wahyu Aji
Kompas.com/Reni Susanti
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin untuk Daerah Jawa Barat, Dedi Mulyadi menuturkan alasan dibalik beralihnya dukungan dari Prabowo Subianto ke Jokowi.

Sebelum mendukung Jokowi di Pilpres 2019, Dedi Mulyadi merupakan tim kampanye Prabowo Subianto.

Dedi Mulyadi saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa dilansir TribunJakarta.com pada Kamis (6/12/2018) menuturkan, beralih dukungan dari Prabowo ke Jokowi karena hasil kerja pemimpin sekarang yang bisa dilihat.

"Yang pertama adalah hasil kerjanya bisa dilihat, bagaimana desa tiap tahun dapat Rp 800 juta, warga miskin dapat beras premium tiap bulan dan bagaimana mereka mendapatkan bantuan biaya sekolah Rp 500 ribu per bulan."

"Ini kan sebuah orientasi yang tak didapatkan sebelumnya. Maka kita harus realistis untuk mendorong agar ada kesinambungan kepemimpinan ke depan dan tak terpotong di tengah jalan," ungkap Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi tak menampik dirinya mendukung Jokowi karena partai yang menanunginya, Partai Golkar mendukung Jokowi.

"Ya pilihan politik itu, pertama kita tak mungkin memperjuangkan sesuatu karena perintah partai. Kalau perintah partai kan biasanya iya didepan, tidak dibelakang."

"Tetapi kalau didorong sebuah hati nurani dan kepentingan publik yang lebih luas, maka kita akan bekerja secara optimal," beber Dedi Mulyadi.

Meski demikian, Dedi Mulyadi menegaskan, ia realistis kalau kesinambungan pembangunan harus dijaga.

Bambang Pamungkas Yakin Rochy Putiray Punya Dasar Kuat Bahas Juara Liga: Jadikan Sebagai Fakta Baru

TERPOPULER - Alasan Rocky Gerung Tak Mengkritik Prabowo: Ngapain Kritik Orang yang Tidak Berprestasi

"Kalau tiap orientasi pembangunan dipotong ditengah, biayanya lebih besar nanti," papar Dedi Mulyadi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved