Geram Soal Media Terkait Reuni 212, Prabowo Subianto: Pers Banyak Bohongnya

Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02, menyampaikan kritik keras kepada kalangan wartawan dan pers terkait acara reuni 212

Geram Soal Media Terkait Reuni 212, Prabowo Subianto: Pers Banyak Bohongnya
TRIBUNJAKARTA.COM/ ELGA HIKARI PUTRA
Para peserta Reuni 212 memenuhi kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Minggu (2/12/2018). 

Ada pihak yang ingin menyogok masyarakat dalam Pemilu 2019 menggunakan uang yang didapat dari praktik kotor.

"Uang yang didapat dari praktik tidak benar. Kasarnya uang yang mereka dapat dari mencuri uang rakyat Indonesia. Mereka mau menyogok semua lapisan bangsa Indonesia. Semua lapisan. Partai politik semua dibeli. Pejabat pejabat dibeli. Rakyat mau dibohongi," ujar Prabowo.

Selain itu menurut Prabowo saat ini rakyat juga dicuci otaknya oleh pemberitaan media massa.

Prabowo Geram dengan Sejumlah Media Terkait Reuni 212, Ernest Prakasa: Copy Paste Donald Trump

Penayangan Reuni 212 Dituding Dibatasi, Timses Jokowi Bongkar Masalah Gerindra dan Stasiun TV

Mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut mengatakan pemberitaan media sekarang banyak bohongnya ketimbang benarnya.

"Rakyat mau dicuci otaknya menggunakan pers yang terus terang saja banyak bohongnya daripada benarnya. Saudara saudara, aku tiap hari ada kira-kira 5 sampai 8 koran yang datang ke tempat saya. Saya mau melihat bohong apalagi nih. Saya hanya mau lihat itu. Bohong apalagi yang mereka cetak," kata Prabowo.

Menolak wawancara
Puncaknya, kata Prabowo, saat ada acara reuni 212.

Pers menurut Prabowo menelanjangi diri sendiri dihadapan rakyat Indonesia.

Pasalnya banyak media yang tidak memberitakan acara tersebut, padahal dihadiri oleh 11 juta rakyat Indonesia.

"Mereka telah mengkhianati tugas mereka sebagai wartawan. Mereka telah mengkhianati tugas mereka sebagai jurnalis. Saya katakan, hei media media yang tidak mau mengatakan ada belasan juta orang atau minimal berapa juta orang di situ, kau sudah tidak berhak memandang predikat jurnalis lagi," katanya.

Ia bahkan menyebut wartawan sebagai anteknya kelompok yang ingin menghancurkan Indonesia.

"Kau boleh, kau cetak, boleh kau ke sini dan ke sana, saya tidak mengakui Anda sebagai jurnalis. Saya sarankan kalian tidak usah hormat sama mereka lagi. Mereka hanya anteknya orang yang ingin hancurkan Republik Indonesia," katanya.

Sebut Akar Reuni 212 Karena Ketidakadlian, Fadli Zon Didebat Kubu Jokowi, Aa Gym: Malu Sama Rakyat!

Sebut Reuni Akbar 212 Sebagai Aset Bangsa, Aa Gym Usulkan Ahok Diundang Tahun Depan

Halaman
123
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved