Warga Cililitan Tuntut Uang Ganti Rugi Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung Segera Dibayarkan

Menurut keterangannya, ada 33 bidang tanah di wilayahnya yang sudah musyawarah dan menemui kata sepakat soal besaran ganti rugi

Warga Cililitan Tuntut Uang Ganti Rugi Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung Segera Dibayarkan
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Sejumlah alat berat yang telah disiapkan oleh Dinas SDA untuk mengeruk endapan lumpur yang menyebabkan pendangkalan di Kali Ciliwung, Jumat (12/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sejumlah warga Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur meminta uang ganti rugi pembebasan lahan yang terkena normalisasi segera dibayarkan.

Pasalnya, uang ganti rugi tersebut sudah dijanjikan akan diberikan sejak tahun 2013 lalu.

"Tahun lalu bilang Desember mau di bayar, ini sudah masuk Desember lagi tapi belum sda kejelasan juga," ucap Nur Atifa (41), warga RT 009/06 Cililitan, Kamis (6/12/2018).

Menurut keterangannya, ada 33 bidang tanah di wilayahnya yang sudah musyawarah dan menemui kata sepakat soal besaran ganti rugi. Namun, hingga kini warga belum mendapatkan uang tersebut.

Ia menjelaskan, sebanyak 33 bidang tanah itu terdiri dari empat bidang di RT 08/16 dan 29 lainnya di RT 09/06, Kelurahan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Saya sendiri dijanjikan dapat Rp 772 juta, tapi sampai sekarang belum juga saya terima," ujarnya saat ditemui awak media.

Survei LSI: 5 Program Prabowo-Sandi Masih Jarang Diketahui Masyarakat

Peneliti LSI Denny JA Sebut TKN Jokowi-Maruf Belum Masif Kampanyekan Program Pemerintah

Dikatakan Nur, sebelumnya alat berat sudah sempat beroperasi di sekitar bantaran Kali Ciliwung, namun keberadaannya ditolak warga lantaran belum dibayarkannya uang ganti rugi.

"Tadinya ada alat berat yang beroperasi, tqpi warga menolak karena belum ada pembayaran (ganti rugi)," ucap dia.

Sementara itu, warga RW 16 lainnya Josep Ririmase (72) mengungkapkan, saat ini kondisi rumah warga yang terkena pembebasan lahan semakin memprihatinkan.

"Rata-rata rumah warga yang nanti kena normalisasi sudah tidak layak huni, mereka takut kalau benerin rumah sekarang turus nanti malah jadi di gusur, kan jadi rugi," kata dia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved