Breaking News:

Tutup Tiga Putaran Arah, Dishub Depok Sebut Kemacetan di Jalan Kartini Berkurang

Menurutnya hasil uji coba yang tinggal menyisakan satu pekan lagi itu cukup baik sehingga rencana penutupan permanen kemungkinan besar terwujud.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Penutupan putaran arah depan Stasiun Depok Lama oleh Dishub Depok, Pancoran Mas, Depok, Selasa (13/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan kelancaran arus lalu lintas di Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas meningkat setelah tiga u-turn (putaran arah) di sekitar jalan ditutup sejak Senin (12/12/2018) lalu.

Sebelum putaran arah ditutup, rata-rata kecepatan kendaraan yang melintas di bawah 30 kilometer per jam lalu berubah jadi di atas 30 kilometer per jam setelah putaran arah ditutup dengan water barrier.

"Ada peningkatan kinerja jalan. Rata-rata kecepatan sekarang di atas 30 kilometer per jam, sebelum u-turn ditutup kecepatan di bawah 30 kilometer per jam. Cuman data (pasti) sedang kita olah. Kita mengukurnya rata-rata, jadi bukan jam sibuk," kata Dadang di Car Free Day GDC, Minggu (9/12/2018).

Menurutnya hasil uji coba yang tinggal menyisakan satu pekan lagi itu cukup baik sehingga rencana penutupan permanen kemungkinan besar terwujud.

Satu pekan terakhir uji coba dan perhitungan angka pasti berapa kecepatan kendaraan bertambah merupakan penentu penutupan permanen dilakukan.

"Kalau di jam padat tidak stak, tapi megalir, biasanya kan stak. Angka pastinya sedang kita olah. Satu minggu lagi uji coba selesai," ujarnya.

Tiga putaran arah yang nantinya bakal ditutup secara permanen yakni depan SPBU Kartini, depan Stasiun Depok Lama, dan depan Gang Texas.

Dampak penutupan itu membuat pengendara yang dari Jalan Kartini yang hendak memutar arah ke Jalan Margonda harus memutar di kawasan Grand Depok City (GDC).

Meski menyebut hasilnya baik, Dadang mengatakan penutupan permanen menggunakan beton tak dapat dilakukan dalam waktu dekat karena masalah anggaran.

"Sementara ini karena anggarannya belum ada jadi pakai water barrier, kemungkinan nanti akan ditambah pasir di dalamnya biar barrier enggak bergeser, biar berat," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved