Breaking News:

21 Ton Sampah di Teluk Jakarta Berasal dari 7 Sungai Jakarta dan 2 Sungai Kota Satelit

Peneliti Kimia Laut dan Ekotoksikologi P2O LIPI, Reza Cordova mengatakan sampah plastik yang mencemari lautan Teluk Jakarta jumlahnya mencapai 21 ton.

TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Petugas DLH membersihkan sampah yang menumpuk di Teluk Jakarta Kawasan Hutan Mangrove Ecomarine Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (17/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O LIPI) menyatakan ada 18 titik lautan di Indonesia yang dicemari sampah plastik, salah satunya lautan pesisir Teluk Jakarta.

Peneliti Kimia Laut dan Ekotoksikologi P2O LIPI, Reza Cordova mengatakan sampah plastik yang mencemari lautan Teluk Jakarta jumlahnya mencapai 21 ton per hari.

Berdasarkan penelitian P2O LIPI, 21 ton sampah itu berasal dari tujuh aliran sungai di Jakarta dan dua aliran sungai di kota satelit, Tangerang dan Bekasi.

"Dari tujuh sungai di Jakarta, satu sungai di Bekasi dan satu sungai di Tangerang. Totalnya itu 21 ton sampah per hari yang masuk ke Teluk Jakarta," jelas Reza saat berbincang bersama TribunJakarta.com di laboratorium P2O LIPI, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12/2018).

Lima dari tujuh sungai yang disebutkan Reza di antaranya Kali Angke, Kali Sentiong, Kali Sunter, Kali Cilincing, dan Kali Marunda. Sementara dua aliran kali dari kota satelit yang sampahnya mengalir sampai Teluk Jakarta yakni Sungai Dadap di Tangerang dan Sungai Bekasi.

Reza mengklaim kebanyakan sampah yang mengalir kebanyakan malah dari kota satelit. Sebab, menurutnya pengelolaan sampah di aliran sungai Jakarta sudah baik.

"Sampah dari Jakarta sebenarnya relatif lebih sedikit dibanding dari Tangerang sama Bekasi, karena ada kemungkinan manajemen sampah di Jakarta itu termasuk salah satu yang terbaik itu juga diklaim sama World Bank jan dari hasil kajiannya di 15 kota," kata Reza.

Angin Kencang di Rasuna Said, Pengunjung Pusat Kuliner Selamatkan Diri Masuk Kolong Meja

Reza menyebut pekerjaan petugas kebersihan atau pasukan oranye dalam membersihkan sungai sudah termasuk baik.

Hal itu, kata Reza, terbukti dengan jumlah sampah yang masuk dari sungai di Jakarta hanya 1 ton per harinya.

"Kalo dari Tangerang dan Bekasi bisa 7-8 ton sehari," ucapnya.

Adapun sampah plastik yang masuk ke lautan pesisir Jakarta terbagi kebanyakan berjenis plastik sekali pakai.

Ukurannya, kata Reza, ada makro plastik dan mikro plastik, di mana yang mikro plastik ukurannya lebih kecil atau sama dengan 5 milimeter.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved