Pemprov DKI Jakarta Raih Penghargaan Reksa Bahasa dari Kemendikbud

Adapun penyerahan penghargaan diselenggarakan di Gedung Samudra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Pulogadung, Jakarta Timur.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima penghargaan Reksa Bahasa, dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senin (10/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih penghargaan Reksa Bahasa, dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Penghargaan tersebut diberikan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, karena telah mengembangkan bahasa Indonesia dalam sejumlah program, seperti Jak Lingko dan Moda Raya Terpadu (MRT).

Adapun penyerahan penghargaan diselenggarakan di Gedung Samudra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Pulogadung, Jakarta Timur.

"Saya megucapkan terima kasih kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud yang sudah memberikan penghargaan ini. Terima kasih apresiasi teman-teman di Badan Bahasa yang terus bekerja mengembangkan bahasa," ujar Anies Baswedan, Senin (10/12/2018).

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta menggunakan kata lingko untuk mencerminkan jejaring rute integrasi transportasi antarmoda di Jakarta.

Menurut Anies Baswedan, lingko merupakan kosakata baru dalam bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Lingko berarti sistem terintegrasi seperti jejaring yang dulu digunakan untuk membangun distribusi air sawah di Manggarai.

Sedangkan, Moda Raya Terpadu merupakan kepanjangan dari MRT, yang seharusnya memiliki kepanjangan Mass Rapid Transportation. Namun, Anies Baswedan meminta PT MRT Jakarta untuk menggunakan bahasa Indonesia.

"Nama itu bawa doa, bawa pesan, bawa narasi. Dan narasi itu harus bawa makna. Penamaan harus ada pesannya dan pesannya harus bawa makna," ujar Anies Baswedan.

Billy Syahputra Perhitungan Soal Uang, Raffi Ahmad: Untung Syahnaz Enggak Jadi Kawin Sama Lu

"Budaya itu harus dikembangkan, bukan dilestarikan. Bahasa juga begitu, sehingga terus menerus mengalami pengukuhan," lanjut Anies Baswedan.

Anies menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta memiliki komitmen untuk ikut mengembangkan bahasa Indonesia. Sebab, hampir semua pengembangan bahasa Indonesia terjadi di Ibukota.

"Karena itu dorongan kami mengembangkan, dan DKI supaya dijadikan tempat untuk mempromosikan terobosan-terobosan bahasa (Indonesia)," ujar Anies Baswedan.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved