Breaking News:

Warga Sebut Tumpukan Sampah di Hutan Mangrove Marunda 3 Bulan Lalu Dibersihkan

Sampai hari ini, Rini tak pernah lagi melihat ada petugas membersihkan Sampah di Hutan Mangrove yang kebanyakan adalah Sampah bungkus makanan.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Sampah di hutan mangrove dekat Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (11/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Sampah yang menghampar di Hutan Mangrove kawasan RW 07, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, jarang dibersihkan.

Wajar saja apabila kondisi Hutan Mangrove di kawasan itu sangat kotor dan dipenuhi Sampah.

Pasalnya, warga sekitar jarang melihat petugas kebersihan melakukan penanganan.

Pemilik warung di wilayah RT 03 dekat Hutan Mangrove, Rini mengatakan terakhir kali ia lihat ada petugas membersihkan Sampah di Hutan Mangrove sekitar tiga bulan yang lalu.

Sampai hari ini, Rini tak pernah lagi melihat ada petugas membersihkan Sampah di Hutan Mangrove yang kebanyakan adalah Sampah bungkus makanan.

Rini mengatakan warga kerap kali berinisiatif menghilangkan Sampah dengan membakarnya.

"Tiga bulan yang lalu lah terakhir dibersihin. Tapi kadang ya sampah dibakar sendiri sama warga, saya juga bakar sendiri," kata Rini kepada TribunJakarta.com, Selasa (11/12/2018).

Rini mengatakan hamparan sampah sudah lama ada di hutan mangrove itu. Selain terbawa arus air laut, ada saja warga yang masih membuang sampah sembarangan ke sana.

Warga lainnya yang tinggal di pemukiman pinggir laut RT 04/RW 07 Kelurahan Marunda, Aan, malah mengatakan dirinya sama sekali tak pernah melihat petugas kebersihan melakukan pekerjaannya di kawasan rumahnya.

Sampah Penuhi Hutan Mangrove Marunda

Aan tinggal di RT 04, yang juga terdapat hutan mangrove meski tak seluas hutan mangrove di RT 03, tempat Rini tinggal. Posisi pemukiman yang ditinggali Aan ada di belakang Rusunawa Marunda.

Aan mengatakan bahwa sempat ada petugas kebersihan yang hendak membersihkan sampah di dekat rumahnya.

Namun, hal itu hanya sebatas survei.

Sampah di hutan mangrove dekat Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (11/12/2018).
Sampah di hutan mangrove dekat Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (11/12/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Sebab, ada semacam keputusasaan dari petugas yang dilihat Aan. Aan menilai giat pembersihan sampah akan menjadi percuma dikarenakan air pasang selalu membawa sampah kembali ke pemukiman rumahnya itu, yang sebutannya Marunda Kongsi.

"Nggak ada (petugas yang bersihin). Dulu sempet mau dibersihin sama lurah, tapi ngeliat keadaan seperti ini, nggak jadi. Percuma kerja bakti, karena setiap pasang pasti sampah kemari lagi. Makanya percuma," kata Aan.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved