Pindah Alamat Hingga Pakai Nama Orang Lain, Ini Kesulitan BPRD DKI Jakarta Tagih Pajak Door to Door

"Ada beberapa kendala, seperti alamat tidak sesuai, kendaraan sudah dijual, dan kendaraan atas nama oran lain," ujar Robert.

TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS
Petugas BPRD DKI Jakarta, Bambang Waskito saat mengonfirmasi alamat yang tertera di surat peringatan Wajib Pajak pada saat melakukan door to door di wilayah Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara ( 12/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM,  TANJUNG PRIOK - Kepala Unit Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Robert L Tobing menjelaskan beberapa kendala dalam kegiatan penagihan wajib pajak secara door to door.

Robert mengatakan sekiranya ada tiga kendala yang ditemui petugas di lapangan.

"Ada beberapa kendala, seperti alamat tidak sesuai, kendaraan sudah dijual, dan kendaraan atas nama oran lain," ujar Robert pada wartawan TribunJakarta.com, Senin (12/12/2018).

Menurut Robert, alamat yang tercantum sudah tidak sesuai karena tidak adanya perubahan yang dilakukan pemilik kendaraan.

Biasanya pemilik akan melakukan pergantian alamat setelah lima tahun, pasca masa berlaku STNK berakhir.

Cara Duduk Kaesang di Samping Jokowi Dinilai Tak Sopan, Tanggapan Gibran Rakabuming Diperbincangkan

"Biasanya orang akan mengurus perubahannya setelah 5 tahun, STNK kan berlakunya 5 tahun. Nah mereka baru melakukanya saat itu," kata Robert.

Pantauan wartawan tribunjakarta.com, Rabu (12/12/2018) saat mengikuti kegiatan door to door yang dilakukan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI memang ditemukan beberapa alamat yang sudah tidak sesuai dengan data kendaraan.

Misalnya, perusahan yang telah pindah/berganti pemilik, alamat tinggal yang berubah.

Jika hal tersebut ditemukan, maka petugas akan menanyakan kepada pihak yang berada di alamat tertera perihal nama dan kendaraan yang tercantum dalam surat. 

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved