Bau Sampah Dikeluhkan Warga, Kecamatan Koja Kini Punya Depo Sampah Ramah Lingkungan Pemukiman

Pembangunan dilakukan selama sebulan, dan mulai hari ini depo sampah tersebut sudah mulai dioperasikan.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO
Peresmian Depo Sampah Ramah Lingkungan Pemukiman di Jalan Inspeksi Kali Sunter, RW 09 Kelurahan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (14/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Sebuah lahan tempat penampungan sampah (TPS) di Jalan Inspeksi Kali Sunter, RW 09 Kelurahan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, dirombak total.

Dari keseluruhan lahan seluas 510 meter persegi, setengah di antaranya dibenahi menjadi depo sampah ramah lingkungan permanen seluas 17x15 meter.

Depo sampah yang baru, berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, sudah disemen bagian tanahnya. Lahan depo yang membentuk huruf 'L' itu juga sudah diberi pembatas berupa tembok beton yang juga sudah dicat dengan warna hijau dan oranye, sesuai corak seragam Dinas Lingkungan Hidup.

Camat Koja Yusuf Madjid mengatakan, depo dibangun untuk menjawab keluhan masyarakatnya, terutama warga RW 09, yang mengeluhkan menyengatnya bau sampah sampai ke pemukiman di belakangnya.

Sebelum jadi depo ramah lingkungan, pengelolaan sampah di TPS itu menyulitkan.

Pasalnya, lahan itu berupa tanah yang ketika bercampur sampah timbul endapan demi endapan yang pengangkutannya membutuhkan waktu lama.

Billy Syahputra Isyaratkan Sudah Menikahi Hilda Vitria, Begini Tanggapan Sederet Artis

Diduga Ada Kereta Anjlok, Penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Kranji Merayap

Hal tersebut menyebabkan bau sampah yang menyengat susah hilang dari pemukiman warga. Apalagi setiap harinya sampah dari enam kelurahan di Kecamatan Koja dibuang ke sana.

"Selama ini tempat ini bisa sampai 2-3 hari baru keangkut karena posisinya yang sangat tidak bisa 100 persen sampahnya diangkat. Kalopun sudah diangkut yang sisanya dibawah itu masih bisa dikupas sampe satu truk lagi. Nah itulah yang menimbulkan bau," kata Yusuf kepada wartawan usai peresmian depo, Jumat (14/12/2018).

Yusuf mengatakan warga sudah bertahun-tahun mengeluhkan masalah bau dari TPS itu.

Sementara depo sampah ramah lingkungan baru dibangun sekarang dikarenakan pihaknya menemui kendala terkait aset lahan, mengingat lahan tersebut sebenarnya adalah lahan milik Dinas Kehutanan DKI Jakarta.

Setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, salah satunya PT Pertamina sebagai CSR, depo pun mulai dibangun pada November 2018 lalu.

Batal Menikah dengan Denny Sumargo, Dita Soedarjo : Ibu Denny Ingin Wanita dari Kalangan Biasa

Heboh Soal Inisial Artis FNJ di Kasus Wawan, Nama Faye Nicole Jones Masuk Jadi Google Trend

Pertamina digandeng supaya pembangunan depo tidak bergantung kepada APBD.

Pembangunan dilakukan selama sebulan, dan mulai hari ini depo sampah tersebut sudah mulai dioperasikan.

"Makanya kita kerjasama CSR dan warga sehingga pembiayaannya tidak menggunakan APBD sehingga pembangunan asetnya sesuai dengan ketentuan," kata Yusuf.

Dengan adanya depo yang baru, diharapkan pengangkutan sampah menjadi lebih efisien, mengingat saat ini lahannya sudah disemen, sehingga tak perlu lagi ada pengerukan endapan tanah bercampur sampah.

Dengan begitu, sampah dari depo bisa diangkut ke TPST Bantargebang Bekasi hanya dalam waktu sehari.

"Nanti seluruhnya diangkut pada hari yang sama," ucap Yusuf.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved