Maling Motor Meninggal di Tahanan, Ombudsman: Kapolda Metro Jaya Harus Tegur Kapolresta Depok

"Sejak awal Polresta Depok melakukan maladministrasi karena pihak keluarga tak mendapat surat perintah penangkapan dan penahanan tersangka," katanya.

Maling Motor Meninggal di Tahanan, Ombudsman: Kapolda Metro Jaya Harus Tegur Kapolresta Depok
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis saat mengunjungi Kampung Karnaval Pilkada di RW 03 Kelurahan Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok, Rabu (27/6/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Ombudsman Jakarta Raya mengharuskan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis menegur Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto atas kasus maladministrasi yang membuat tersangka pencuri sepeda motor Yulius Lucas Tahapary (35) meninggal.

Hal ini merupakan satu saran tindakan korektif dalam Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman Jakarta Raya terkait Yulius yang meninggal di Mapolresta Depok pada Rabu (14/11/2018) sekira pukul 12.00 WIB.

"Di antaranya agar Kapolda Metro Jaya memerintahkan Kapolresta Depok untuk melakukan perbaikan dalam pengawasan dan perawatan tahanan di Ruang Tahanan Polresta Depok," kata Kepala Ombudsman Jakarta Raya Teguh P. Nugroho saat dihubungi wartawan di Pancoran Mas, Depok, Jumat (14/12/2018).

Teguh menyebut maladministrasi penanganan Yulius bermula sejak almarhum dicokok pada Senin (12/11/2018) karena tak memberikan surat perintah penangkapan dan penahanan tersangka kepada keluarga Yulius.

Baru pada Kamis (16/12/2018) atau dua hari setelah Yulius meninggal pihak keluarga mendapat surat perintah penangkapan dan penahanan dari Polresta Depok.

Teguh menjelaskan hal ini melanggar Pasal 18 ayat 3 KUHAP yang mengatur bahwa keluarga harus mengetahui anggota keluarganya ditangkap dan ditahan.

Serta pasal 40 ayat 2 peraturan Polri Nomor 14 tahun 2012 tentang manejemen penyidikan tindak pidana yang mengatur hal serupa pasal 18 ayat 3 KUHAP.

"Sejak awal Polresta Depok melakukan maladministrasi karena pihak keluarga tak mendapat surat perintah penangkapan dan penahanan tersangka. Mereka baru dapat dua hari setelah saudara Y meninggal," ujarnya.

Tak hanya itu, hasil pemeriksaan Ombudsman Jakarta Raya menemukan ada hak Yulius yang tak dipenuhi penyidik karena selama diperiksa tak didampingi pengacara.

Tersangka yang Meninggal di Mapolresta Depok Masih Sehat Saat Dicek Penjaga

Kronologi dan Sebab Kematian Tersangka yang Meninggal di Mapolresta Depok Masih Misteri

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved