Breaking News:

Produksi Sampah di Jakarta Membludak, Pemprov DKI Bangun Pengelolaan Sampah Standar Uni Eropa

Produksi sampah di Jakarta begitu tinggi, hingga hadirnya Bantar Gebang saja dinilai tak cukup

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Sampah di tepian tanggul laut kawasan RT 20/RW 17 Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (11/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun tempat pengolahan sampah dalam kota untuk pembangkit listrik atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Diketahui, fasilitas tersebut dirancang ramah lingkungan dan memenuhi standar lingkungan tertinggi Uni Eropa.
"Sistem pengolahan gas sisa di ITF Sunter dirancang sesuai ketentuan Uni Eropa yang mengacu baku mutu dari European Parliament and The Council Directive No 2010/75/EU Annex VI. Ketentuan Uni Eropa menerapkan baku mutu emisi yang lebih ketat dibandingkan aturan di Indonesia," kata Ketua Tim Penyusun Analisis Amdal ITF Sunter, Novianto Hadi Suwito dalam keterangan tertulis, Kamis (13/12/2018).
Menurut Novianto, Peraturan menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 70 tahun 2016 tentang Baku Mutu Emisi Usaha dan Kegiatan Pengolahan Sampah secara Termal telah mengatur baku mutu total partikel 120 mg/Nm3, sedangkan standar Uni Eropa hanya menoleransi sampai ambang batas maksimal 10 mg/Nm3. 
Hal tersebut berlaku juga untuk baku mutu Sulphur Dioxide (SO2). Menurutnya, dalam Permen LH diatur ambang batas maksimal 210 mg/Nm3, namun Uni Eropa mensyaratkan standar yang jauh lebih ketat yaitu harus di bawah 50 mg/Nm3.
"Begitupun untuk parameter lingkungan yang lain, standar Uni Eropa jauh lebih ketat," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji memaparkan alasan dibangunnya ITF di Sunter tersebut.
Hal ini lantaran produksi sampah di Jakarta begitu tinggi, hingga hadirnya Bantar Gebang saja dinilai tak cukup untuk menampung masalah persampahan di Ibukota.
"Produksi sampah di Jakarta sangat tinggi, yaitu 7000 hingga 8000 ton per hari. Pola penimbunan sampah di TPST Bantargebang tidak dapat menyelesaikan masalah sampah karena kapasitasnya yang hampir melampaui batas," tutur Isnawa.
ITF Sunter, menjadi ITF pertama yang akan dibangun di Indonesia. Dengan demikian, pembangunan ITF itu sekaligus menjadi proyek strategis nasional dalam bidang energi. 
Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved