Internasional

Sejarah di Balik Kastil Perancis: Pembunuhan Brutal Kepada Perempuan, Disebut Jadi Arwah Gentayangan

Dikutip dari Thevintagenews.com, Minggu (16/12/2018), warga setempat menyebut ada cerita turun temurun tentang Charlotte de Brézé.

THEVINTAGENEWS.COM/TRIBUNJOGJA.COM
Kastil de Brissac atau Château de Brissac di Lembah Noire, Prancis 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kastil de Brissac atau Château de Brissac di Lembah Noire, Prancis adalah salah satu bangunan abad Renaissance yang mengesankan.

Ribuan pengunjung berdatangan menikmati keindahan arsitektur kastil setiap tahunnya. Lebih dari itu, cerita legendaris hantu perempuan di kastil inilah yang membuat kisahnya tak pernah habis diulas.

Dikutip dari Thevintagenews.com, Minggu (16/12/2018), warga setempat menyebut ada cerita turun temurun tentang Charlotte de Brézé.

Wanita muda cantik itu konon dibunuh secara brutal oleh suaminya pada abad ke-15. Si suami perempuan inilah yang membangun dan memiliki kastil indah ini.

Hingga hari ini, banyak penduduk setempat percaya arwah perempuan itu masih gentayangan mengganggu pengunjung kastilnya. Ia sering menampakkan diri di menara kapel.

Menurut Le Figaro, Château de Brissac adalah salah satu harta paling mengesankan di wilayah Loire. Awalnya dibangun sebagai benteng di abad ke-11 oleh penguasa Anjou.

Namun bangunan itu diambil alih dan dibangun ulang dalam gaya Renaissance oleh Charles II de Cossé, Duke of Brissac pertama.

Hasilnya adalah kastil bak istana besar yang bangunannya begitu menyolok di kawasan tersebut. Bangunan yang memiliki banyak menara ini menaikkan reputasi Charles dan keturunannya.

Renovasi bangunan itu tentulah sangat mahal, namun sebagai penguasa Loire, Charles jelas memiliki segalanya untuk menampilkan citra dirinya sebagai orang terhormat.

Tapi sekali lagi, 150 tahun sebelum Charles mengambil alih tanah dan merenovasinya, bangunan itu adalah lokasi pembunuhan berantai yang mengerikan yang meninggalkan jejak hitam pada sejarah kastil.

Pada 1462, kastil itu dimiliki Jacques de Brézé, orang kaya dari Normandia dan bangsawan yang disukai di istana Raja Charles VII.

Untuk memperkuat hubungan politiknya, Raja Charles memutuskan Charlotte, putrinya dari hasil hubungan gelap dengan selirnya, Agnes Sorel, untuk menikah dengan Jacques de Brézé.

Menurut sejarawan kerajaan, Kathleen Wellman, terlepas dari status Charlotte yang putri selir, ia adalah favorit khusus bagi raja maupun ratu, Marie of Anjou.

Sayangnya, perjodohan ini tidak berhasil. Charlotte memiliki selera canggih dan terbiasa hidup di istana. Sebuah kastil berangin di pedesaan tidak cocok dengannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved