Intip Sederet Cover Lagu Sayur Kol yang Viral: Versi Polantas Hingga Koplo

Lagu Sayur Kol tampak menjadi senter publik tanah air. Pasalnya, lagu ini turut digunakan Polisi Lalu Lintas atau polantas untuk memberi imbauan

Intip Sederet Cover Lagu Sayur Kol yang Viral: Versi Polantas Hingga Koplo
Capture/YouTube Tribun MedanTV
Polantas Aceh Utara mengaransemen lagu Sayur Kol. Lagu aransemen ini bertujuan untuk mengimbau masyarakat agar taat dalam berlalu lintas. 

"Kami tetap inspirasinya itu budaya. Tapi, dengan musik yang modern dan layak didengar," ungkap vokalis Punxggoaran Band, Gido Firdaus Huatagalung saat ditemui di rumah kreatifitas "The W House", Siantar, Selasa (11/9/2018).

Punxggoaran sudah menciptakan sembilan lagu yaitu Halak hita, Hona Libas, Mangan Modom, Rokap Rudut, Hey You, Matamu, Marpungu, Sayur Kol, dan Omak-omak. Namun, ada juga lagu batak yang di-arasemen segar seperti Taridem-idem, Mardua Holong, dan Marga-marga.

Hampir semua, video klip yang dibuat berlatar ikon-ikon Kota Siantar.

Menariknya, saat disinggung lagu andalan "Sayur Kol", tiga personel yang tampil nyentrik ini langsung tertawa.

Gido mengaku heran dengan antusias pendengar yang suka dengan lagu tersebut.

FOLLOW :

Gido mengungkapkan lagu "Sayur Kol" bukanlah murni ciptaan Punxggoaran. Lagu tersebut merupakan lagu yang sudah ada sejak dulu tanpa mengetahui penciptanya. Ia mencontohkan seperti lagu "Donna" yang dinyanyikan Tongam Sirait.

"Lagu itu seperti lagu simpangan di Sumatera Utara. Lagu latahnya orang-orang lah. Liriknya saja kita tambah-tambahi. Capek kali main musik, tapi "Sayur Kol" yang bomming," jelasnya sembari tertawa.

Mereka pun mengaku mencari tahu keberadaan bocah yang menyanyikannya hingga menjadi viral.

"Ada yang tau dimana keberadaan adik kecil ini ? kami ingin bertemu, mau kasih hadiah buat dia," tulisnya melalui @punxggoaran, Jumat (7/12/2018).

Gido mengakui banyak kritikan masyarakat terhadap lagu yang diciptakan tahun 2017 itu.

Lagu itu memiliki kesan tidak menyayangi anjing sebagai hewan yang paling dekat dengan masyarakat.

Namun, Punxggoaran menilai lirik dalam lagu tersebut menunjukkan kebiasaan budaya Batak dalam mengkonsumsi daging.

Gido menceritakan semua lagu yang diciptakan murni bertujuan untuk menginspirasi anak muda.

Bahkan, mereka memulai dengan tampil di YouTube.

Selain aktif di YouTube, mereka juga sering mempublikasikan kegiatan di akun instagram @punxggoaran.

Gido menjelaskan Punxggoaran bukanlah sekadar band Batak yang mencari keuntungan dari lagu-lagu yang diciptakan.

"Kami melihat situasinya. Tidak sekadar mengkomersilkan karya. Contohnya aksi sosial, kita tidak mematokkan bayaran ungkapnya.

tonton juga:

Penulis: Ilusi
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved