Breaking News:

Tawuran Antarpelajar, Disdik DKI Serahkan Tanggung Jawab Pada Pihak Sekolah

Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto, menyerahkan tanggungjawab terkait kasus tawuran antarpelajar sepenuhnya kepada pihak sekolah.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
PLT Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto, menyerahkan tanggungjawab terkait kasus tawuran antar pelajar sepenuhnya kepada pihak sekolah, Senin (17/12/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PLT Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto, menyerahkan tanggungjawab terkait kasus tawuran antarpelajar sepenuhnya kepada pihak sekolah.

Menurut Bowo, hal ini lantaran pihaknya telah melakukan upaya antisipasi dengan pembinaan kepada para siswa. Sehingga, jika salah satu siswa di sekolah terbukti melakukan tawuran, maka sanksi selanjutnya akan diserah pada pihak sekolah terkait.

"Diserahkan kepada sekolahnya. Sudah pasti kita lakukan antisipasi, di sudin sudah turun lakukan pembinaan," kata Bowo saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/12/2018).

Terkait pengawasan, Bowo tak bisa memastikan apakah dirinya akan mencabut izin sekolah atau tidak jika siswanya terbukti terlibat tawuran berulang kali.

Namun yang pasti, menurut Bowo hal tersebut akan menjadi pertimbangan khusus.

Apalagi, nantinya pihak sekolah juga mendapatkan sanksi sosial yang dinilai cukup berpengaruh terhadap perkembangan sekolah tersebut.

"Pertimbangan paling jelas kan sanksi sosial. Masyarakat menyekolahkan di situ, siapa (pasti) mikir kemudian nanti beresiko (sekolah) cuma mau tawuran? Sanski sosial pasti ada. Orang tua kemudian menyekolahkan di situ jadi berpikir. Kalo mereka berpikir, sekolah itu kan mengandalkan anak murid, kalo ga ada anak murid, (sekolah) akan mati dengan sendirinya," tuturnya.

Sajam yang Dijual Tiga Remaja di Depok Bekas Dipakai Tawuran

Polisi Amankan Dua Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pelajar di Sawah Besar

"(Antisipasi) Edaran ada. Kalau masalah penjatuhan sanksi itu sekolah menganut dengan menejemen berbasis sekolah maka diserahkan sepenuhnya kepada sekolah," pungkas Bowo.

Perlu diketahui, sebelumnya tawuran antarpelajar kembali terjadi di kawasan Gunung Sahari Jakarta Pusat pada beberapa hari lalu.

Tawuran yang melibatkan sekolah SMP 17 Karang Anyar dan Sekolah Tribuana Gunung Sahari itu, memakan korban jiwa. Seorang pelajar atas nama WR dikabarkan meninggal dunia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved