UP PKB dan BBNKB Jakarta Timur Klaim Capai Target Pendapatan Hingga 90 Persen Hingga Akhir 2018

Ia menerangkan, capaian positif ini tidak terlepas dari program penghapusan sanksi denda yang diterapkan sejak bulan lalu.

TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Puluhan warga mengantre untuk melakukan penghapusan pajak, di Samsat Jakarta Timur, Sabtu (15/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan (PKB dan BBNKB) Jakarta Timur mengklaim telah berhasil mencapai target pendapatan sebesar 90,6 persen menjelang akhir tahun 2018.

"Sekarang (target) sudah mencapai 90,6 persen, masih kurang Rp 60 miliar lagi," ucap Kepala PKB dan BBNKB Jakarta Timur Iwan Syaefuddin, Senin (17/12/2018).

Dikatakan Iwan, target awal mendapatan PKB dan BBNKB Jakarta Timur tahun 2018 ini sebesar Rp 712 miliar, untuk itu pihaknya akan terus memburu penunggak pajak yang masih tersisa.

Ia menerangkan, capaian positif ini tidak terlepas dari program penghapusan sanksi denda yang diterapkan sejak bulan lalu.

"Jumlah kendaraan bermotor yang sudah membayar pajak sebanyak 13.518 kendaraan dengan angka penerimaan pajak sebesar Rp 13.657.148.820," ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Dijelaskan Iwan, dari jumlah tersebut, sebanyak 22.921 kendaraan dengan jumlah penerimaan pajak mencapai Rp 31.315.791.938 diperoleh selama rentang waktu 15 November sampai 12 Desember 2018 atau saat adanya program penghapusan sanksi denda.

"Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari upaya kami memburu wajib pajak dengan menggelar razia di jalan," kata Iwan.

Tiga Orang Ditetapkan sebagai Tersangka Perusakan Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru

Sementara itu, dihubungi terpisah Kanit Samsat Jakarta Timur AKP Ardilla Amry menuturkan, selama penghapusan denda, antusiame warga untuk membayar pajak terbilang sangat tinggi.

Puncaknya saat Sabtu (15/12/2018) kemarjn dimana ribuan wajib pajak menyerbu Samsat Jakarta Timur.

"Puncaknya Sabtu kemarin, tapi semua terlayani dengan baik meski petugas bekerja hingga larut malam," ucap dia.

Ia menjelaskan, dalam sehari rata-rata masyarakat yang membayar pajak sekira 2.500 sampai 3.000 orang, namun saat Sabtu kemarin jumlahnya meningkat drastis hingga sekira 10.500 orang.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved