Cerita Penjual Parcel di Kalibata Pernah Kecurian Rp 500 Ribu Dibawa Kabur WNA

Penjual parcel musiman di Kalibata, Eni dan Slamet membuka kembali usahanya setiap menjelang musim hari raya besar.

Cerita Penjual Parcel di Kalibata Pernah Kecurian Rp 500 Ribu Dibawa Kabur WNA
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Suami Eni, Slamet, bersama dagangan parcelnya jelang Natal dan Tahun Baru di Kalibata, Pancoran pada Selasa (18/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Penjual parcel musiman di Kalibata, Eni dan Slamet membuka kembali usahanya setiap menjelang musim hari raya besar.

Namun, tak melulu membuka usaha menjelang hari raya besar berbuah untung kala menjajakan dagangan kepada para pembeli.

Pengalaman pahit pun pernah menimpa mereka pada saat musim Natal tahun lalu.

Eni mengenang detik-detik seseorang berpura-pura menjadi seorang pembeli menyambangi kiosnya yang bertempat di Jalan H Samali no. 37, Kalibata itu.

Menurutnya, pembeli itu berasal dari warga negara asing (WNA) yang tengah melirik deretan parcelnya.

"WNA itu berasal dari daerah timur tengah, dia berpura-pura melirik dagangan saya dan bertanya ke saya. Saya sempat ngobrol dengan bahasa Inggris dengannya. Dia mau beli tapi dengan dollar katanya karena uang rupiahnya kurang dan minta diantar kalau jadi beli," kenang Eni kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Selasa (18/12/2018).

Eni pun menanggapi permintaan pembeli itu untuk membayar dengan dolar.

"Saya bilang boleh kalau mau memakai dollar dan saya antar, tapi saya tanya uang 1 dollar berapa, agar saya bisa kembalikan uangnya dengan rupiah, tapi dia berkelit dan ia meminta saya menunjukkan uang toko yang saya dan suami punya. WNA itu mau melihat uang yang ia punya dengan yang saya punya," tuturnya.

Saat uang usahanya ia keluarkan dari dalam dompet, dalam sekejap WNA itu langsung membawa kabur uang yang dipegangnya.

"Uang toko yang kita punya ia langsung pegang dan bawa kabur. Sekira ada Rp 500 ribu. Dia bawa kabur uang itu langsung naik mobil," jelasnya.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Omzet Penjual Parcel di Kalibata Ini Alami Penurunan

Jelang Lebaran, Begini Deretan Tips Beli Parcel untuk Kerabat

Meratapi uangnya digondol maling, ia dan suaminya Slamet hanya terdiam.

Bahkan, mereka tak melaporkan ke pihak berwajib.

"Saya enggak lapor polisi, biarkan saja hukum karma berlaku. Dia di negara orang pasti dimanapun hukum karma berlaku. Kok berani ya nipu di negara kita?" tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved