Bandit Maling Parfum Toilet Pesawat yang Dijual Lewat Situs Belanja Online Diringkus Polisi

SO (37), bekerja di perusahaan yang sama, dan juga untuk Garuda, berperan membeli barang-barang curian TG, untuk selanjutnya dijual ke tersangka FI.

Bandit Maling Parfum Toilet Pesawat yang Dijual Lewat Situs Belanja Online Diringkus Polisi
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Gelar rilis penangkapan komplotan pencuri dan penjual barang-barang perlengkapan pesawat itu, di Mapolresta Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (20/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Aparat Polresta Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mencokok lima pria yang berkomplot melakukan pencurian barang-barang perlengkapan pesawat dan menjualnya secara online.

Kapolresta Bandara, Kombes Viktor Togi Tambunan, memaparkan, kelima tersangka yang berhasil diamankan memiliki peran yang berbeda.

TG (53), karyawan PT Prima Mitra Prinanti yang bekerja untuk Garuda san JI (25), berperan mengambil barang-barang inflight service berupa parfum eaude toilet 60 ml dan 100 ml berlogo Garuda Indonesia, di dalam pesawat Garuda Indonesia yang sedang parkir di apron domestik Terminal 3.

SO (37), bekerja di perusahaan yang sama, dan juga untuk Garuda, berperan membeli barang-barang curian TG, untuk selanjutnya dijual ke tersangka FI (28).

FI selain mendapat barang dari SO, ia juga mendapat barang lain berpua poach dari tersangka JI (25), serta menjualnya melalui situs jual beli online.

JI mendapat barang milik Garuda itu dari WO (52), yang juga menerima dari SO.

"Pada Rabu (26/9/2018) pelapor menemukan bahwa ada orang yang menawarkan barang-barang inflight service Garuda Indonesia secara online," ujar Viktor ketika gelar rilis penangkapan komplotan pencuri dan penjual barang-barang perlengkapan pesawat itu, di Mapolresta Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (20/12/2018).

Viktor juga menekankan, pencurian itu dilakukan ketika TG sedang bekerja mengawasi jegiatan pembersihan pesawat.

Sederet Fakta Penemuan Puluhan Kerangka Diduga Korban Tsunami Aceh 14 Tahun Lalu: Terbalut Plastik

Setelah dikumpulkan dari para tersangka, didapati barang bukti yang dicuri fan dijual tidak hanya berupa parfum toilet, melainkan banyak barang-barang Garuda lainnya yang ikut diambil, dari mulai sarung bantal berlogo Garuda, 20 piring, lima buah kids set berlogo Garuda, satu pack air sickness, 84 earphone garuda, 1.500 sendok dan sembilan garpu berlogo Garuda.

Mereka disangkakan pasal 8 Jo pasal 62 dan atau pasal 9 Jo pasal 62 UU RO nomor 8 tahun 1999 dengan ancaman penjara maksimal lima tahun dan denda Rp 2 miliar.

Selain itu mereka juga disangkakan pasal 374 KUHPidana dan atau pasal 362 KUHPidana dan atau pasal 481 KUHPidana, dengan hukuman terberat tujuh tahun penjara.

Ada juga dugaan pasal 100 UU RI nomor 20 tahun 2016 tentang merk dan indikasi geografis, dengan ancaman penjara lima tahun dan denda Rp 2 miliar.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved