Ini Penyebab Pelaku Tega Bunuh Siska Icun Sulastri, Sempat Berdebat hingga Ancam Korban

Dalam pengakuan awalnya, pelaku bernama Hidayat (23) mengaku sebagai seorang gigolo atau pria pemuas nafsu yang dijanjikan akan dibayar Rp 2 juta

Ini Penyebab Pelaku Tega Bunuh Siska Icun Sulastri, Sempat Berdebat hingga Ancam Korban
Istimewa/Dokumen Polres Metro Jakarta Selatan
Polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di kamar Apartemen wanita berinisial SIS (34), yang ditemukan tak bernyawa tanpa busana. 

HD menunggu Siska Icun Sulastri di kolam renang. 

Siska Icun Sulastri lalu menjemput HD di kolam renang.

Keduanya lalu menuju kamar Siska Icun Sulastri di Apartemen Kebagusan City.

Setiba di kamar apartemen, Siska Icun Sulastri berganti pakaian transparan.

Namun, HD memilih meminta uang yang dijanjikan Siska Icun Sulastri sebesar Rp 2 juta.

Permintaan HD tersebut ditolak Siska Icun Sulastri. 

Siska Icun Sulastri meminta HD menemaninya terlebih dahulu dan mengancam akan melaporkan peristiwa tersebut ke istri pelaku.

"Korban dan pelaku berdebat, hingga pelaku nekat mengambil pisau untuk mengancam korban," kata Andi dalam keterangannya.

Buntutnya, korban dan pelaku pun berebut pisau hingga baju korban tanggal. Bahkan, sejurus kemudian pelaku menusuk bagian ulu hati, dan pinggang kanan korban sebanyak dua kali.

"Korban masih melawan dan berteriak hingga disekap oleh pelaku menggunakan tangannya, pelaku pun kembali menusuk nadi lengan kiri korban," papar Andi.

Akhirnya, korban pun terlihat sudah tidak memberikan perlawanan dan HD segera pergi membawa dompet dan unit handphone korban serta pisau yang digunakannya untuk menusuk korban.

"Dalam perjalanan pulang, pelaku membuang dompet, pisau, jaket, dan kaosnya, sementara handpjone korban disembunyikan di kuburan sekitar," ujar Andi.

HD (22), pembunuh Siska Icun Sulastri berhasil ditangkap jajaran Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2018).

Saat ini, pelaku sudah digelandang di Mapolrestro Jakarta Selatan dan menjalani pemeriksaan insentif.

Klaim 2 Bulan Menikah Keluarga Marah ke Vicky Prasetyo, Angel Lelga: Dia Numpang Hidup pada Saya

Lintasi Jalan Tol Hubungkan Jakarta-Surabaya, Jokowi Minta Sopir Jangan Ngantuk

Fakta-fakta Pembunuhan

Pelaku pembunuhan Siska Icun Sulastri  yang ditemukan tewas tanpa busana ditangkap, Kamis (20/12/2018).

Pelaku berinisal HD ditangkap di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Belum diketahui secara pasti motif HD dalam melancarkan aksinya itu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

"Mohon bersabar ya saat kami tengah dalami motifnya," ujar Andi saat dikonfirmasi TribunJakarta.com.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Siska Icun ditemukan tewas dalam posisi tengkurap tanpa busana, Selasa (18/12/2018) kemarin.

Siska Icun ditemukan tak bernyawa di kamarnya di Tower A Aparemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Untuk lebih lengkapnya, berikut sederet fakta soal kasus pembunuhan Siska Icun yang dirangkum TribunJakarta.com.

Tertib Administrasi dan Barang, Pemkot Jakarta Timur Gelar Sosialisasi Pengguna Barang SKPD/UKPD

Tingkatkan Pemahaman Soal Arbitrase, BANI Teken Kerjasama dengan UGM

1. Polisi temukan luka akibat benda tajam disekujur tubuh korban

Andi Sinjaya menuturkan, pihaknya menemukan luka akibat benda tajam disekujur tubuh korban.

Menutnya, luka akibat sabetan benda tajam tersebut diduga menjadi penyebab kematian korban.

"Luka disekujur tubuh korban akibat pukulan benda tajam, diduga korban meninggal dunia karena itu," kata Andi di Apartemen Kebagusan City, Selasa (18/12/2018).

Selain itu, polisi juga menemukan adanya bercak darah, pada bagian pinggul, perut, pergelangan tangan kiri korban.

Bagian bahu korban pun terlihat membiru diduga akibat hantaman benda tumpul.

Namun, Andi Sinjaya menuturkan pihaknya saat ini tengah menunggu hasil visum korban di Rumah Sakit Fatmawati guna memastikan penyebab kematiannya.

Lanjut Andi, saat ini pihaknya tengah mendalami kasus tersebut seperti mencari kemungkinan barang korban yang hilang dan menghubungi pihak keluarganya.

Reaksi Mahfud MD Sikapi Keprihatinan Indonesia Soal Nasib Etnis Uighur di China

Pengakuan Penyebar Video Mesum Mojokerto yang Disebar di WhatsApp : Hanya Ingin Beri Pelajaran

Namun, kesimpulan sementara korban memang dipastikan meninggal akibat luka-luka yang ditemukan disekujur tubuhnya.

"Kesimpulan sementara bahwa memang korban ini meninggal akibat luka tusukan dan sabetan benda tajam hingga korban meninggal dunia," kata Indra di Mapolrestro Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

2. Ditemukan tunangannya

Satu dari sejumlah rekan dan saksi yang menjebol pintu kamar korban, ternyata merupakan tunangannya sendiri.

Namun, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya enggan menjelaskan identitas tunangannya.

"Ketika kami tiba di lokasi, sudah ada teman, tunangan korban, satpam dan petugas bagian mesin serta penghuni lainnya di tempat kejadian perkara," jelas Andi Sinjaya.

3. Korban penjual nutrisi herbal

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar mengatkan, sehari-hari korban berprofesi sebagai penjual nutrisi herbal.

"Korban ini sehari-hari bekerja menjual nutri herbal, seperti klorofil gitu ya," jelas Indra di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Rabu (19/12/2018).

Indra juga menuturkan, korban menawarkan dagangannya melalui jejarang sosial media atau via online.

Rizky Febian Luncurkan Album Pertama Jejak, Begini Komentar Anji Manji

Via Vallen Jalani Pemeriksaan di Polda Jatim Terkait Kasus Kosmetik Ilegal

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar (tengah) memberikan memberikan keterangan pada awak media terkait kasus mayat wanita tanpa busana di Apartemen Kebagusan City, Rabu (19/12/2018).
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar (tengah) memberikan memberikan keterangan pada awak media terkait kasus mayat wanita tanpa busana di Apartemen Kebagusan City, Rabu (19/12/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

"Dia wiraswasta aja ya via online orang mesen nutrisi ke dia melalui jejaring media sosial," kata Indra pada awak media.

4. Barang Bukti

Sebagaimana dikutip TribunJakarta dari Wartakota, sejumlah barang bukti sudah diamankan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara atau TKP.

Namun penyidik masih mencari benda tajam yang dipakai pelaku untuk membunuh korban.

"Ada beberapa barang yang kami sita, seperti seprei dan sebagainya, karena meninggalnya di atas springbed. Benda tajam juga belum kami temukan, ini yang masih kami cari," katanya.

5. Rekaman CCTV

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya mengatakan, pihaknya telah memeriksa kamera CCTV di beberapa titik di apartemen untuk mengetahui aktivitas korban sebelum terbunuh.

"Selain keterangan saksi, kami juga periksa rekaman kamera CCTV. Saat ini rekaman itu masih kami analisa," katanya.

Dari rekaman kamera CCTV menunjukkan kalau Sisca dikunjungi beberapa tamu pria sejak ditinggalkan sahabatnya, Indri Rusmianti (35), pada Jumat (13/12/2018).

Indri sebelumnya telah menginap di unit yang ditinggali Sisca sejak beberapa hari sebelumnya.

Pada Minggu (16/12/2018), Sisca tampak menjemput seorang lekaki di lobi apartemen.

Mereka kemudian naik bersama dan masuk ke kamar. Sekitar 45 menit kemudian, pria ini keluar sendirian dan terlihat mengunci kamar dari luar.

Ia membawa kunci itu. Pria terakhir ini yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Sisca.

(TribunJakarta/Wartakota)

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved