Penggagas Hari Ibu Sempat Kecewa, Begini Sejarahnya

Hari Ibu tidak hanya dirayakan di Indonesia. Peringatan serupa juga dikenal di berbagai negara di belahan dunia lain.

Penggagas Hari Ibu Sempat Kecewa, Begini Sejarahnya
Revere Magazine via tribunnews.com
Selamat Hari Ibu 

TRIBUNJAKARTA.COM - Hari Ibu tidak hanya dirayakan di Indonesia. Peringatan serupa juga dikenal di berbagai negara di belahan dunia lain.

Sebuah hari yang istimewa bagi perempuan yang selalu menggambarkan ungkapan kasih dan kebahagiaan.

Para anak -baik tua maupun muda, berlomba-lomba menyampaikan ungkapan kasih dan sayangnya kepada sang ibu. Salah satunya tentu lewat media sosial.

 

Namun, adakah yang tahu sejarah di balik peringatan ini?

Awal mula Hari Ibu bukanlah momen untuk mengungkapkan kasih sayang atau rasa terimakasih pada orang yang melahirkan kita. Ada kisah kelabu di balik  perayaan Hari Ibu.

Hari Ibu awalnya merupakan ungkapan berkabung bagi para perempuan yang ditinggal oleh suaminya semasa perang dunia.

Adalah Anna Jarvis yang dianggap sebagai orang pertama yang membuat Hari Ibu menjadi populer.

Perayaan Hari Ibu berawal dari tahun 1850-an, ketika Ana Jarvis dengan organisasinya yang bernama Ann Reeves Jarvis menggelar acara Hari Ibu dengan mendirikan klub kerja.

Kelompok kerja itu mengemban misi untuk memperbaiki sanitasi dan menurunkan angka kematian bayi.

Sempat Sebut Billy Syahputra Kena Pelet Tempe Hilda, Mbah Mijan Beberkan Fakta Baru dan Mohon Maaf

Reino Barack Disebut Akan Nikahi Syahrini, Peramal Tarot Ungkap Fakta Sebaliknya Bak Air dan Minyak

Kelompok yang dibentuk oleh Anna mencoba menekan angka kematian bayi dengan melawan penyakit, dan mengurangi pencemaran pada susu.

Halaman
1234
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved