Breaking News:

Plt Kadisdik DKI Jakarta Sarankan Guru Serahkan Cenderamata dari Orangtua Murid ke KPK

Bowo Irianto menyarankan guru menyerahkan cenderamata dari orangtua murid saat ambil raport ke KPK.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
PLT Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto, menyerahkan tanggungjawab terkait kasus tawuran antar pelajar sepenuhnya kepada pihak sekolah, Senin (17/12/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto tak membenarkan sikap orangtua murid yang memberikan cenderamata kepada guru saat pembagian rapot.

Menurut Bowo, hal tersebut seperti gratifikasi.

"Kita sudah menghimbau tidak tapi dari sisi lainkan juga orang sudah menjadi budaya, tidak bisa dihindarkan. Yang jelas kalau mereka datang cuma ngasih kue, segala macem yaudah lah kita maklumi. Tapi kalau ngasih uang atau cendra mata sebaiknya ga usah," kata Bowo saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Bowo mengungkapkan sudah memberi imbauan dan peringatan khusus terkait hal tersebut di lingkungan sekolah.

Namun, hal ini tampak sudah menjadi kebiasaan sehingga para orangtua masih saja memberikan kenang-kenangan kepada para guru.

Bowo mengakui pada beberapa kasus para guru pun tak enak jika menolaknya.

Apalagi, sejumlah orangtua justru memaksa dan mengatakan bahwa itu hanyalah ungkapan rasa terimakasih.

"Sebaiknya kalau bisa, kita (guru) itu berani ngomong 'terimakasih, tapi tidak'. Tapi kan tipikal orang macem-macem. Ada kemudian 'aku gak enak menolak', yaudah diterima. Tapi kemudian sebaiknya karena itu berkaitan dengan pekerjaan yang sedang dijalani, yaudah saya terima. Tapi saya serahkan ke KPK. itu akan lebih elok," ungkapnya.

Namanya Disebut KPK, Menpora: Jangan Membentuk Opini Di Luar Pemeriksaan

Penyidik KPK Kembali Geledah Kemenpora, Imam Nahrawi: Kami Harus Hormati

Bowo, menyebut bisa saja para guru terpaksa mengambil pemberian orang tua murid tersebut.

Namun, Bowo menyarankan para guru untuk kemudian menyerahkan pemberian tersebut kepada KPK.

"Kami sudah buat edaran. bahwa itu kemudian indikator dari kinerja kita kan salah satu yang pertama untuk menyetop prilaku menyimpang dan tidak terpuji. Intinya adalah jangan sampai kemudian pemberian itu menjadi sebagai transaksi. Itu tidak dibenarkan sama sekali," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved