Sempat Ada Belasan Pasien Hepatitis A di Koja, Seluruhnya Berhasil Sembuh Akhir Tahun 2018

"Itu khusus di Kecamatan Koja dari awal Juli hingga akhir November. Tapi sekarang sudah nggak, sudah nol. Mereka yang positif juga sudah sembuh," kata

Sempat Ada Belasan Pasien Hepatitis A di Koja, Seluruhnya Berhasil Sembuh Akhir Tahun 2018
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kasudin Kesehatan Jakarta Utara Muhammad Helmi, Jumat (21/12/2018), di Kantor Wali Kota Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Muhammad Helmi mengatakan sempat ada peningkatan jumlah pasien yang diduga menderita Hepatitis A di Jakarta Utara.

Peningkatan itu terjadi pada periode Juli-Desember 2018, yang mana titik terjadinya dugaan peningkatan pasien Hepatitis A terjadi di Kecamatan Koja.

Helmi mengatakan, dari 120 orang yang diduga mengalami Hepatitis A, 13 di antaranya positif.

"Itu khusus di Kecamatan Koja dari awal Juli hingga akhir November. Tapi sekarang sudah nggak, sudah nol. Mereka yang positif juga sudah sembuh," kata Helmi ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jumat (21/12/2018).

Helmi mengatakan Sudin Kesehatan Jakarta Utara sempat cukup tanggap menangani hal tersebut.

Koneng Kembali Asuh Gempi, Ungkapan Hati Gisella Anastasia Berbunga-bunga

Hasilnya, dari 13 orang yang dinyatakan positif Hepatitis A, semuanya sudah sembuh.

Padahal, Hepatitis A termasuk penyakit yang bisa menyebabkan kematian.

Menurut Helmi, pihaknya menerapkan early warning system (EWS), yakni penanganan awal ketika melihat gejala.

"Orang menduga hepatitis, karena kuning tadi, kami harus tetep lapor. Itu lah yang disebut EWS. Jadi begitu dilihat dari Juli sudah mulai naik, nah kita lakukan itu supaya tidak terjadi peningkatan serius," kata Helmi.

Sementara itu, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman mengatakan, Hepatitis A disinyalir rentan menyerang anak-anak pada usia sekolah tingkat SD-SMP.

Sebab, anak-anak masih kurang memperhatikan jajanan yang mereka beli, sementara mereka tidak tahu kehigienisan jajanan yang mereka beli.

Terlebih lagi, daya tahan tubuh mereka juga belum sempurna.

"Memang anak-anak rentan (terkena penyakit Hepatitis A), imunnya (daya tahan tubuh) kan masih rentan," katanya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved