Tsunami di Anyer

Hilang Seusai Tsunami, Vokalis Grup Band Seventeen: Minta Doanya Agar Istri Saya Cepat Ketemu

Saat tsunami menerjang, grup band Seventeen tengah tampil dalam sebuah acara di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten. Beberapa kru dan istri Ifan raib

Hilang Seusai Tsunami, Vokalis Grup Band Seventeen: Minta Doanya Agar Istri Saya Cepat Ketemu
Instagram Ifan Seventeen
Ifan Seventeen Melaporkan dari lokasi Tsunami di Tanjung Lesung 

"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kami korban gempa dan tsunami di Tanjung Lesung, ini sudah ada di titik kumpul," ucap Ade dalam video yang diunggah di Instagramnya.

Perawatan Mulai Rp 18 Ribu, Salon di Bekasi Ini Tawarkan Konsep Ala Eropa

Grup Band Seventeen Sedang Manggung di Pantai Carita saat Terjadi Tsunami

Sebagaimana dikutip TribunJakarta dari Kompas.com, terlihat dalam video, bagian mata Ade mengalami luka dan bengkak.

Ia kemudian meminta agar secepatnya dikirim bantuan ke sana.

"Minta tolong segera bantuannya. Segera karena banyak anak kecil dan ibu hamil. Saya minta tolong segera bantuan terkait," ujar mantan personel Teamlo ini.

BMKG Prediksi Siang Ini Sebagian Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan

Hasil Liga Inggris - Manchester United Menang Telak, Solskjaer Samai Rekor Sir Alex dalam Hal Ini

"Saya salah satu korban selamat tsunami Tanjung Lesung, diawali dengan gempa dulu. Tiba-tiba air datang dan akhirnya kami terbawa arus. Mohon bantuannya terima kasih," tambahnya.

Ade juga mengabarkan bahwa ia dan beberapa korban sedang berada di Klinik Alinda Husada. Ia pun memperlihatkan kondisi korban lainnya yang dirawat di klinik tersebut.

Dari data pencarian Google, klinik tersebut berlokasi di Jalan Raya Panimbang Tanjung, Panimbangjaya, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.

"Kondisi klinik Alinda usaha tmpt sy dan anak2 di rawat, kondisi sebagian sdh ada yg pulang..mohon doanya semua semoga istri sy @meucha dan sahabat sy @argojimmygo selamat dan bisa berkumpul bersama kita..Amiin," tulis Ade pada keterangan video.

Penyebab tsunami Banten dan Lampung Selatan 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membenarkan bahwa tsunami telah menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda.

Tsunami terjadi pada 22/12/2018 sekitar pukul 21.27 WIB.

Perawatan Mulai Rp 18 Ribu, Salon di Bekasi Ini Tawarkan Konsep Ala Eropa

Perawatan Mulai Rp 18 Ribu, Salon di Bekasi Ini Tawarkan Konsep Ala Eropa

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, di antaranya adalah pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. 

Menurut BMKG, terjadinya tsunami di beberapa wilayah pantaui Selat Sunda bukan dipicu oleh gempabumi.

Berdasarkan rekaman seismik dan laporan masyarakat, peristiwa ini tidak disebabkan oleh aktifitas gempabumi tektonik, namun sensor Cigeulis (CGJI) mencatat adanya aktivitas seismic dengan
durasi kurang lebih 24 detik dengan frekwensi 8-16 Hz.

"Tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho berdasarkan siaran pers yang diterima TribunJakarta.com, Minggu (23/12/2018).

Sutopo menjelaskan, kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Jadi ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang," tutur Sutopo.

Grup Band Seventeen Sedang Manggung di Pantai Carita saat Terjadi Tsunami

BMKG Prediksi Siang Ini Sebagian Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan

DIjelaskannya, Badan Geologi mendeteksi pada pukul 21.03 WIB Gunung Anak Krakatau erupsi kembali dan menyebabkan peralatan seismograf setempat rusak.

Namun seismik Stasiun Sertung merekam adanya getaran tremor terus menerus (tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigaikan).

"Kemungkinan material sedimen di sekitar Anak Gunung Krakatau di bawah laut longsor sehingga memicu tsunami," terangnya.

Sutopo mengimbau agar masyarakat tetap tenang.

"Jangan terpancing isu yang menyesatkan yang disebarkan oleh pihak yang tidak jelas. Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di pantai Selat Sunda untuk sementara waktu. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan penelitian lebih lanjut," paparnya.

BNPB telah berada di lokasi bencana mendampingi BPBD. Bupati Pandeglang telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB untuk penanganan darurat.

Jumlah Korban sementara

Korban meninggal dan luka-luka dalam insiden tsunami di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan bertambah.

Hingga, Minggu (23/12/2018) pukul 04.30 WIB, tercatat ada 20 korban meninggal, 165 luka-luka, dan dua orang dikabarkan hilang.

Data sementara itu pun diinformasikan lewat akun Twitter resmi Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

"Data sementara dampak tsunami di Pantai di Kab Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan hingga 23/12/2018 pukul 04.30 WIB: tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak. Data korban kemungkinan masih akan terus bertambah," cuit Sutopo.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa tsunami terjadi pada Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.27 WIB.

BMKG Sebut Tsunami Banten dan Lampung Tipe Polanya Mirip Gelombang Kejadian di Palu

Air Laut di Anyer dan Lampung Selatan Naik Terjang Bangunan, Ini Penjelasan BMKG dan BNPB

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan, data korban kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat belum semua daerah terdampak di data.

"Dari 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka dan 2 orang hilang terdapat di 3 wilayah yaitu di Kabupaten Padenglang, Lampung Selatan dan Serang," jelasnnya.

Di Kabupaten Pandeglang, kata dia, daerah yang terdampak terdapat di Kecamatan Carita, Panimbang dan Sumur.

Dikecoh Pertanyaan Soal Dukungan ke Paslon 01, AHY Tertawa: Ini Ngejebak Saya

Yuk Intip Magnet Lemari Es Berbentuk Unik, dari Bentuk Mi Instan, Susu Kotak Hingga Aneka Snack

Masyarakat di sekitar Pantai Anyer dan Lampung Selatan dikagetkan dengan adanya air laut naik yang menerjang bangunan di sekitar pantai pada 22/12/2018 pukul 21.30 WIB.
Masyarakat di sekitar Pantai Anyer dan Lampung Selatan dikagetkan dengan adanya air laut naik yang menerjang bangunan di sekitar pantai pada 22/12/2018 pukul 21.30 WIB. (ISTIMEWA)

Data sementara tercatat 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka, 43 rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat dan puluhan kendaraan rusak.

"Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita," paparnya.

Di Kabupaten Lampung Selatan terdapat 3 orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka.

Sedangkan di Kabupaten Serang terdapat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka dan 2 orang hilang. Daerah yang terdampak di Kecamatan Cinangka.

Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan.

Sementara itu Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Update penanganan darurat akan terus disampaikan," tandasnya.

Penjelasan BMKG 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membenarkan bahwa tsunami telah menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda.

Tsunami terjadi pada 22/12/2018 sekitar pukul 21.27 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, di antaranya adalah pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. 

Menurut BMKG, terjadinya tsunami di beberapa wilayah pantaui Selat Sunda bukan dipicu oleh gempabumi.

Berdasarkan rekaman seismik dan laporan masyarakat, peristiwa ini tidak disebabkan oleh aktifitas gempabumi tektonik, namun sensor Cigeulis (CGJI) mencatat adanya aktivitas seismic dengan
durasi kurang lebih 24 detik dengan frekwensi 8-16 Hz.

"Tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho berdasarkan siaran pers yang diterima TribunJakarta.com, Minggu (23/12/2018).

Sutopo menjelaskan, kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Jadi ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang," tutur Sutopo.

Grup Band Seventeen Sedang Manggung di Pantai Carita saat Terjadi Tsunami

BMKG Prediksi Siang Ini Sebagian Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan

DIjelaskannya, Badan Geologi mendeteksi pada pukul 21.03 WIB Gunung Anak Krakatau erupsi kembali dan menyebabkan peralatan seismograf setempat rusak.

Namun seismik Stasiun Sertung merekam adanya getaran tremor terus menerus (tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigaikan).

"Kemungkinan material sedimen di sekitar Anak Gunung Krakatau di bawah laut longsor sehingga memicu tsunami," terangnya.

Sutopo mengimbau agar masyarakat tetap tenang.

"Jangan terpancing isu yang menyesatkan yang disebarkan oleh pihak yang tidak jelas. Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di pantai Selat Sunda untuk sementara waktu. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan penelitian lebih lanjut," paparnya.

BNPB telah berada di lokasi bencana mendampingi BPBD. Bupati Pandeglang telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB untuk penanganan darurat.

Jumlah Korban sementara

Korban meninggal dan luka-luka dalam insiden tsunami di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan bertambah.

Hingga, Minggu (23/12/2018) pukul 04.30 WIB, tercatat ada 20 korban meninggal, 165 luka-luka, dan dua orang dikabarkan hilang.

Data sementara itu pun diinformasikan lewat akun Twitter resmi Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

"Data sementara dampak tsunami di Pantai di Kab Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan hingga 23/12/2018 pukul 04.30 WIB: tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak. Data korban kemungkinan masih akan terus bertambah," cuit Sutopo.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa tsunami terjadi pada Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.27 WIB.

BMKG Sebut Tsunami Banten dan Lampung Tipe Polanya Mirip Gelombang Kejadian di Palu

Air Laut di Anyer dan Lampung Selatan Naik Terjang Bangunan, Ini Penjelasan BMKG dan BNPB

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan, data korban kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat belum semua daerah terdampak di data.

"Dari 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka dan 2 orang hilang terdapat di 3 wilayah yaitu di Kabupaten Padenglang, Lampung Selatan dan Serang," jelasnnya.

Di Kabupaten Pandeglang, kata dia, daerah yang terdampak terdapat di Kecamatan Carita, Panimbang dan Sumur.

Dikecoh Pertanyaan Soal Dukungan ke Paslon 01, AHY Tertawa: Ini Ngejebak Saya

Yuk Intip Magnet Lemari Es Berbentuk Unik, dari Bentuk Mi Instan, Susu Kotak Hingga Aneka Snack

Masyarakat di sekitar Pantai Anyer dan Lampung Selatan dikagetkan dengan adanya air laut naik yang menerjang bangunan di sekitar pantai pada 22/12/2018 pukul 21.30 WIB.
Masyarakat di sekitar Pantai Anyer dan Lampung Selatan dikagetkan dengan adanya air laut naik yang menerjang bangunan di sekitar pantai pada 22/12/2018 pukul 21.30 WIB. (ISTIMEWA)

Data sementara tercatat 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka, 43 rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat dan puluhan kendaraan rusak.

"Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita," paparnya.

Di Kabupaten Lampung Selatan terdapat 3 orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka.

Sedangkan di Kabupaten Serang terdapat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka dan 2 orang hilang. Daerah yang terdampak di Kecamatan Cinangka.

Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan.

Sementara itu Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Update penanganan darurat akan terus disampaikan," tandasnya.

(kompas.com/Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Penulis: Ilusi
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved