Sebelum Tewas Dibunuh, HD dan Siska Icun Sempat Video Call Gunakan Whatsapp

HD (22) pelaku pembunuhan terhadap Siska Icun Sulastri (34) ternyata sempat berkomunikasi melalui panggilan video

Sebelum Tewas Dibunuh, HD dan Siska Icun Sempat Video Call Gunakan Whatsapp
Dokumen Polres Metro Jakarta Selatan
Proses penangkapan pelaku HD dari kediaman orang tuanya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - HD (22) pelaku pembunuhan terhadap Siska Icun Sulastri (34) ternyata sempat berkomunikasi melalui panggilan video melalui Whatsapp.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, panggilan video Whatsapp tersebut dilakukan dengan tujuan menyepakati harga kencan antara mereka berdua.

"Sempat WA (Whatsapp) video call," ucap Indra saat dihubungi wartawan, Minggu (23/12/2018).

Diketahui, HD dan Siska berkenalan melalui aplikasi MiChat sebelum akhirnya memustuskan untuk bertemu.

Sejauh ini, Indra menjelaskan, motif dari pembunuhan tersebut dilatarbelakangi oleh ekonomi.

"Motifnya cukup jelas, motif ekonomi kalau dilihat dari pasang tarif. Perempuan itu masang tarif lewat MiChat," katanya.

Kepolisian pun berencana akan melakukan rekonstruksi pembuhan dalam waktu dekat.

"Mungkin pekan ini dalam waktu dekat. Alat utama pisau tapi kan ada kabel juga, kalau pisau enggak ketemu," jelas Indra.

Diberitakan sebelumnya, Siska Icun Sulastri ditemukan tewas di kamarnya yang berada di Tower A, Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, pada Selasa (18/12/2018).

Siska tewas dibunuh oleh HD usai melakukan pertemuan untuk berkencan.

Ketika berjumpa untuk berkencan, HD menagih janji Siska Icun Sulastri yang mengiming-iminginya uang sebesar Rp 2 juta.

Namun, HD lebih dulu menagih janji tersebut sebelum berkencan yang tidak dipenuhi Siska Icun Sulastri hingga akhirnya kedua terlibat cekcok hingga kontak fisik.

Buntutnya, HD pun gelap mata dan menghujat tubuh Siska menggunakan pisau dapur di bagian ulu hati, pinggul, dan lengan Siska.

Saat ini, HD pun tengah menjalani pemeriksaan insentif oleh Kepolisian, dan terancam dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved