Tsunami di Banten

Kemensos Siapkan 5 Dapur Umum di Banten Pascatsunami Selat Sunda

Kementerian Sosial menyiapkan lima dapur umum lapangan dan tim layanan dukungan psikososial untuk melayani masyarakat terdampak tsunami Banten.

Kemensos Siapkan 5 Dapur Umum di Banten Pascatsunami Selat Sunda
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Sejumlah warga berkumpul di Kantor RW09 Kelurahan Pejuang, Medan Satria Kota Bekasi menunggu kedatangan rombongan 61 warga yang selamat usai berlibur ke Pantai Anyer, Banten, Minggu, (23/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kementerian Sosial menyiapkan lima dapur umum lapangan dan tim layanan dukungan psikososial untuk melayani masyarakat terdampak tsunami Banten.

Lima titik dapur umum dan LDP Provinsi Banten tersebar di Labuan, Carita, Panimbang, Tanjung Lesung, Cinangka.

"Ini sama polanya dengan penanganan tsunami dan likuefaksi di Sulteng di mana tiga layanan tersebut kami lakukan secara terpadu," ujar Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangan resminya, Senin (24/12/2018).

Ia menjelaskan, dapur umum beroperasi dengan kapasitas produksi 3.000 nasi bungkus per hari.

Dapur umum dikelola oleh tim TAGANA dan Dinas Sosial setempat, sementara untuk tim LDP bertugas melakukan asesmen korban bencana di tenda-tenda pengungsian.

"Selain mengelola dapur umum, TAGANA juga membantu proses identifikasi korban meninggal," tambah Agus.

TAGANA bersama Dinas Sosial Lampung mendirikan dua dapur umum di pelataran parkir gedung Kominfo Lampung, dan satu dapur umum di depan kantor Pemprov Lampung.

Dapur umum memberikan bantuan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, seperti penyiapan makan dan minum yang layak.

Jumlah pengungsi di pelataran parkir gedung Kominfo Lampung hingga Minggu petang mencapai 5.000 orang.

"Lansia, anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, ibu dengan bayi atau balita menjadi prioritas penanganan karena mereka merupakan kelompok rentan. Pemerintah terus mengupayakan perlindungan yang terbaik kepada masyarakat terdampak bencana," ujar Agus Gumiwang.

Agus juga menjelaskan, Kampung Siaga Bencana di Anyer dan Labuan telah diaktifkan untuk membantu proses penanganan masyarakat terdampak bencana.

KSB merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat, yang dijadikan kawasan atau tempat untuk program penanggulangan bencana. 

Tujuan KSB adalah agar masyarakat waspada bencana, siaga pada perubahan lingkungan yang ekstrem, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan dalam menanggulangi bencana.

"Kedua KSB tersebut telah diaktivasi dan bersama-sama TAGANA melakukan tugas-tugas perlindungan korban bencana alam," kata Agus.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved