Breaking News:

Tsunami di Banten

Kesaksian Bian, Korban Tsunami Selat Sunda yang Selamat dari Ombak Setinggi 10 Meter

"Tingginya se-pohon kelapa. Itu 10 meteran, setinggi atap bangunan vila itu. Makanya hancur lebur kan vila ini," kata Bian.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Bian, seorang warga selamat dari Tsunami Selat Sunda di Villa Selat Sunda di Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (24/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CARITA - Gelombang tsunami yang menggulung Banten dan sekitarnya meninggalkan kenangan mencekam kepada korban selamat.

Seperti yang terjadi pada Bian, seorang penjaga Vila Selat Sunda yang menyaksikan secara langsung kejadian yang menewaskan ratusan jiwa itu.

Ia mengaku melihat secara langsung ombak yang menggulung vila yang ia jaga itu. Mengerikan, ia mengaku melihat ombak itu setinggi sekira 10 meter.

"Tingginya se-pohon kelapa. Itu 10 meteran, setinggi atap bangunan vila itu. Makanya hancur lebur kan vila ini," kata Bian sambil menunjuk atap bangunan yang hancur, Kabupaten Pandeglang, Senin (24/12/2018).

Beruntung, pria berusia 36 itu berada jauh dari vila namun masih terlihat ombak tinggi yang menghantam vila yang ia jaga.

"Waktu ada sirine tsunami dan warga yang masih nongkrong langsung lari ke Desa Sukarame menjauh dari ombak. Semua lari kompak," lanjut dia.

Keadaan Vila Selat Sunda yang pora poranda tergulung tsunami Selat Sunda, Pandeglang, Senin (24/12/2018).
Keadaan Vila Selat Sunda yang pora poranda tergulung tsunami Selat Sunda, Pandeglang, Senin (24/12/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Dari pantauan TribunJakarta.com di vila Selat Sunda, banyak pohon kelapa setinggi 10 meter miring akibat kena ombak hingga tumbang.

Beberapa bangunan pun hanyut tak bersisa hingga hanya menyisakan lantainya saja.

Hampir seluruh bangunan vila Selat Sunda juga sudah hancur berpuing-puing, atap yang hancur, hingga tembok yang sudah tak berbentuk lagi.

Meski begitu, kata Bian, tidak terdapat korban jiwa dalam musibah itu di Vila Selat Sunda.

"Alhamdulillah sih nggak ada korban jiwa karena memang lagi sepi gak ada pengunjung. Paling hanya luka ringan sama patah tulang karena warga yang lagi ada di sekitaran," kata Bian.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved