Tsunami di Banten

Nasoha Hanya Bisa Peluk Sang Anak Saat Tergulung Ombak: Saya Selamat Tapi Rumah Rata

Nasoha (45), warga Way Muli Timur, Rajabasa, Lampung Selatan tak menyangka gelombang tsunami akan menghantam rumahnya.

Nasoha Hanya Bisa Peluk Sang Anak Saat Tergulung Ombak: Saya Selamat Tapi Rumah Rata
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Tsunami menghancurkan sejumlah bangunan di Desa Way Muli, Kecamatan Kalianda, Minggu, 23 Desember 2018. 

TRBUNJAKARTA.COM, KALIANDA - Nasoha (45), warga Way Muli Timur, Rajabasa, Lampung Selatan tak menyangka gelombang tsunami akan menghantam rumahnya.

Nasoha mengaku mendengar suara gemuruh ombak besar.

Namun, ia tak menyangka jika itu tsunami.

Kejadian sekitar pukul 21.00 WIB, dia bersama anaknya berada di rumah.

Saat ombak pertama datang, ia sempat keluar rumah dan mencari sumber suara.

"Pas keluar ternyata air sudah naik ke rumah setinggi lutut. Saya cepat masuk lagi, narik anak untuk keluar.

Namun ombak kedua setinggi empat meter datang dan langsung menghantam rumahnya.

"Saya nggak sempat ngapa-ngapain lagi. Sama anak cuma bisa pelukan saja. Terus dalam sekejap saya sudah tergulung ombak," tutur Nasoha.

Nasoha yang mengalami luka robek di lengan kanan dan telinga kanan, serta memar di pelipis mata kiri, mengaku pasrah saat tergulung ombak.

"Tapi syukur, saya masih bisa selamat. Tapi rumah saya rata, tidak berbentuk lagi," ucap Nasoha.

Dampak gelombang tsunami di wilayah kawasan pesisir Lampung Selatan pada Sabtu (23/12) malam.
Dampak gelombang tsunami di wilayah kawasan pesisir Lampung Selatan pada Sabtu (23/12) malam. (TribunLampung.com/dedi sutomo)
Halaman
1234
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved