Breaking News:

Tsunami di Banten

Sebelum Musibah Terjadi, Korban Meninggal Tsunami Banten Janji Bertemu Sahabatnya Hari Ini

Buat janjian sebenearnya hari ini hari Senin, dia bilang waktu itu aku lagi ada Gathering dulu sebentar di Tanjung Lesung, nanti kita senin ketemu ya

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Proses pemakaman Tya Dwi Ardianti di TPU Kemang Pratama Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Tya Dwi Ardianti Nugraha (23) korban tsunami yang terjadi di Selat Sunda dikenal sebagai sosok yang ceria dan selalu bisa menghidupkan suasana.

Hal itu diungkapkan sahabat korban bernama Dinda Bianka saat mengikuti prosesi pemakaman yang berlangsung, Senin, (24/12/2018).

"Tya itu orang baik, baik banget, dia selalu bisa menghidupkan suasan ketika kumpul bareng temen-temennya, dia salah satu orang yang gak pernah berpikir buruk sama orang lain, dalam kondisi apapun dia selalu bisa bikin kita ketawa," kata Dinda.

Tya sendiri tinggal di Perimahan Kemang Pratama, Jalan Akalipa V Blok E5 No 9, Kemang Pratama 3 Kota Bekasi. Ia dimakamkan di TPU Kemang Pratama pada senin siang. Suasana harus menyelimuti prosesi pemakaman dara cantik yang sempat menjadi finalis Abang None Jakarta Timur tahun 2017.

"Lucu orangnya, terus dia juga hamble banget orangnya periang," kata Dinda.

Dinda menambahkan, ia terakhir komunikasi dengan Tya pada Jumat (21/12). Melalui pesan singkat, wanita yang telah bersahabat sejak kuliah itu saling menanyakan kabar dan berjanji akan bertemu hari ini.

Dinda Bianka sahabat Tya Dwi Ardianti korban tsunami di Banten.
Dinda Bianka sahabat Tya Dwi Ardianti korban tsunami di Banten. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

"Buat janjian sebenearnya hari ini hari Senin, dia bilang waktu itu aku lagi ada Gathering dulu sebentar di Tanjung Lesung, nanti kita senin ketemu ya, emang Kami sering ketemu," kata Dinda.

Saat gelombang tsunami terjadi, Tya tengah berada bersama rombongan acara Family Gathering PLN Area Jawa Barat Banten yang melaksanakan kegiatan di Kawasan Pantai Tanjung Lesung, Pandegelang, Banten pada Sabtu, 22 Desember 2018 lalu.

Ayah korban Ade Nugrahan mengatakan, Tya berangkat ke Tanjung Lesung diajak salah satu temannya yang bekerja sebagai event organizer (EO) untuk acara Family Gathering tersebut.

"Dalam rangka ada acara gatheting di sana, Ya sebenernya karena Sabtu ya, mungkin dia libur lalu diajak sama temannya membantu acara itu," kata Ade.

Dia tidak menyangka kepergian anaknya bakal membawa petaka, pada Sabtu (22/12) malam ia mendapat kabar bahwa adanya musibah tsunami di daerah Banten. Saat itu juga, ia langsung menghubungi anaknya dan ternyata nomor ponselnya sudah sulit dihubungi.

Minggu pagi, (23/12), Ade langsung berangkat ke Banten untuk mencari tahu keberadaan anaknya hingga sampai di lokasi, Tya telah ditemukan tidak bernyawa dan sudah dievakuasi di Rumah Sakit terdekat.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved