Tsunami di Banten

Cerita Slamet Sempat Rekam Penampilan Seventeen Band: Tergulung Ombak dan Berenang Bersama Mayat

Slamet Purwanto dua kali digulung tsunami, saat menyentuh pantai untuk menyelamatkan diri mayat-mayat mengapung. Di darat ia hampir menginjaknya.

Cerita Slamet Sempat Rekam Penampilan Seventeen Band: Tergulung Ombak dan Berenang Bersama Mayat
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Penampakan sebuah rumah di Mutiara Carita Resort pasca-diterjang tsunami pada Sabtu (22/12/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, CINERE - Tangan kiri Frans Lisi (35) yang patah terlilit perban, dahi kiri, kaki juga terluka, dan tangan kanannya masih terpasang infus.

Senior Manager Konstruksi Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat itu selamat dari amukan tsunami yang menerjang Pantai Tanjung Lesung.

Kegembiraan di tengah grup band Seventeen yang mengibur peserta Gathering Family PLN UIT JBB berubah menjadi kengerian.

Air mengombak diam tapi menghancurkan panggung di Tanjung Lesung Beach Resort yang membelakangi pantai pada Sabtu (22/12/2018) malam itu.

"Anggak ada suara-suara berisik, tiba-tiba ombak datang dan menghancurkan panggung hingga menyeret ratusan orang," kata Frans.

Badan Frans masih lemah dan harus terbaring di ranjang RS Puri Cinere, Depok, Jawa Barat.

Slamet Purwanto (48), pasien satu kamar 529 dengan Frans, tak mendengar gemuruh, yang ada suasana senyap saat ombak datang.

Hasil pemeriksaan dokter, Slamet tak mendapat luka patah atau cedera kepala, namun kondisi paru-parunya masih harus menunggu hasilnya.

"Memang pas tenggelam saya banyak minum air lautkata Slamet.

Frans dan Lesi dua dari 18 orang pegawai PLN terdampak tsunami di Banten yang masih harus dirawat inap di RS Puri Cinere.

Halaman
1234
Penulis: yogi gustaman
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved