Breaking News:

Dituding Kesalahan Fatal Karena Lalai Deteksi Bencana, Kepala BMKG Ungkap Masalah Ini

Dituding sebagai kesalahan fatal karena lalai deteksi bencana, kepala BMKG ungkapkan masalah ini.

Istimewa
Kepala BMKG Dwikorita saat meluncurkan program Masyarakat Indonesia Sadar Iklim dan Cuaca (MOSAIC), Selasa (17/4/2018). 

Kendati demikian, Kepala BMKG menyatakan, terdapat masalah yang harus dihadapi yakni proses untuk merealisasikan pembelian instrumen dan pemasangan tak cukup hanya setahun.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (YouTube/TvOne)

"Sebelum alat ini dipasang ternyata keduluan bencananya," papar Kepala BMKG.

Kepala BMKG mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan amanah dari Presiden Jokowi untuk berkoordinasi dengan lembaga terkait.

"Tapi nampaknya proses yang dilakukan ini belum setimpal dengan bencana akan terjadi dimana-mana," ungkap Kepala BMKG.

Kepala BMKG mengatakan, pada tanggal 21 Desember pihaknya telah memberikan peringatan dini potensi tsunami karena berdasarkan data, 22 - 26 Desember potensi gelombang tinggi sampai 2,5 meter.

Pantauan udara dari pesawat Cesna 208B Grand Caravan milik Maskapai Susi Air di pesisir Banten yang terdampak tsunami. Foto menunjukkan sebagian rumah warga pesisir yang porak poranda di Kampung Sumur, Pandeglang, Banten
Pantauan udara dari pesawat Cesna 208B Grand Caravan milik Maskapai Susi Air di pesisir Banten yang terdampak tsunami. Foto menunjukkan sebagian rumah warga pesisir yang porak poranda di Kampung Sumur, Pandeglang, Banten (KOMPAS.com/Rakhmat Nur Hakim))

"Kemudian yang tsunami ini itu adalah terkait pemantauan gunung api. Kendalanya BMKG belum mendapatkan data tentang gunung api," beber Kepala BMKG.

Bersimpuh di Depan Makam Bani Seventeen Saat Hamil 3 Bulan, Sang Istri Ungkapkan Perasaan Mendalam

Sempat Menghibur Sebelum Tutup Usia, Ini Sederet Selebriti yang Meninggal Akibat Tsunami Banten\

Kepala BMKG menyatakan pihaknya telah menjalankan koordinasi dengan BNPB dan PVMBG sedari awal sebelum adanya bencana, diantaranya soal banjir.

"Jadi kami punya server terintergrasi terkait bencana banjir," jelas Kepala BMKG.

Sementara untuk bencana lainnya selain banjir masih dalam proses pengerjaan karena kala itu diprioritaskan terlebih dahulu bencana banjir yang kerap terjadi.

Kepala BMKG menuturkan, dirinya terus menyebarkan informasi peringatan dini potensi tsunami.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved