Liga Indonesia

Kecelakaan Penyerang PSMP Krisna Adi Aneh, Polri Diminta Turun Hingga Sanksi Komdis PSSI Prematur

Krisna Adi Darma masih dirawat setelah menjalani operasi pengangkatan batok kepala. Kecelakaannya dicurigai terkait mafia match-fixing.

Kecelakaan Penyerang PSMP Krisna Adi Aneh, Polri Diminta Turun Hingga Sanksi Komdis PSSI Prematur
Instagram Krisna Adi
Krisna Adi, penyerang PS Mojokerto Putra. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Krisna Adi Darma masih dirawat setelah menjalani operasi pengangkatan batok kepala di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta.

Pemain PS Mojokerto Putra (PSMP) itu ditabrak bus di Yogyakarta, Minggu (23/12/2018), setelah menerima sanksi larangan berumur seumur hidup.

Komite Disiplin PSSI menyebut Krisna Adi terbukti terlibat pengaturan skor (match-fixing).

PSMP mendapat sanksi berupa larangan tampil di kompetisi musim 2019.

Kabar tersebut dibenarkan Johan Arga, kakak kandung Krisna Adi, yang juga mantan pemain PSIM Yogyakarta.

"Dia memang dari rumah saya jam dua pagi. Dia datang jam 11 malam. Lalu jam dua dini hari pulang ke rumahnya," tutur Johan Arga dilansir oleh Tribun Jogja.

Jarak rumahnya dengan sang adik tak terlalu jauh, hanya satu kilometer saja.

"Dia sama temannya posisi dibonceng atau memboncengkan saya belum tahu karena saksi mata minim. Selain itu tempat kejadian juga sepi, pihak kepolisian tidak ada jadi susah untuk kronologi detailnya," ucap Johan Arga.

Orangtua baru memberi kabar kepada Johan kecelakaan adiknya pagi hari atau beberapa jam setelah kejadian.

Krisna dijadwalkan menjalani operasi pengangkatan batok kepala, Minggu (23/12/2018) malam.

Halaman
1234
Penulis: yogi gustaman
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved