Breaking News:

Tsunami di Banten

Kontainer Pengawet Jenazah Disiagakan di RS Berkah Pandeglang

"Kalau busuk juga akan menimbulkan kuman, bisa berbahaya pada petugas dan masyarakat," kata Nariyana.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokes) Polda Banten, AKBP Nariyana (pertama dari kanan) dalam konferensi pers update terkini jumlah korban tsunami Selat Sunda di Hotel Wira Carita, Selasa (25/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANDEGLANG - Kontainer untuk mengawetkan jenazah korban tsunami yang terjadi di Selat Sunda, disiagakan di RS Berkah Pandeglang, Banten.

Total hingga hari ini, sudah ada 224 jenazah yang tiba di RS Berkah Pandeglang.

"Kami sampaikan bahwa kami mendatangkan kontainer agar jenazah tidak membusuk," ucap Kabid Dokkes Polda Banten AKBP Nariyana di Hotel Wira Carita, Selasa (25/12/2018).

Lanjut Nariyana, apabila jenazah tidak dimasukkan ke mesin pendingin, dikhawatirkan jenazah akan membusuk dan membahakan keselamatan petugas serta masyarakat.

"Kalau busuk juga akan menimbulkan kuman, bisa berbahaya pada petugas dan masyarakat," kata Nariyana.

Jenazah yang dimasukan kedalam kontainer tersebut, bisa bertahan satu hingga dua minggu lamanya.

Ramalan Zodiak 25 Desember 2018, Taurus Segala Sesuatu Akan Terasa Sulit!

Rencananya, kontainer tersebut akan digunakan untuk menyimpan jenazah yang sudah atau pun belum teridentifikasi, sambil menunggu ada pihak keluarga yang mengambilnya.

Saat ini, proses evakuasi pencarian korban masih terus dilakukan, dan terfokus di Kecamatan Sumur yang menjadi satu diantara sejumlah Kecamatan yang terdampak paling parah akibat tsunami.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved