Breaking News:

Pasca Tsunami Selat Sunda, BPBD Pandeglang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

BPBD Kabupaten Pandeglang, menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, pasca tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir Banten beberapa hari lalu.

TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, menyampaikan informasi terkini terkait tsunami Selat Sunda, di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, pasca tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir Banten beberapa hari lalu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur.

"Masa tanggap darurat adalah 14 hari, terhitung 22 Desember 2018 sampai dengan 5 Januari 2019. Sedangkan di Lampung Selatan 7 hari, yaitu 23 Desember 2018 sampai dengan 29 Desember 2018," ujar Sutopo, Selasa (25/12/2018).

Sutopo menjelaskan, masa tanggap darurat di Kabupaten Pandeglang dan Lampung Selatan kemungkinan bisa diperpanjang, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di sana.

"Jadi status bencananya, bencana kabupaten ditetapkan. Tidak ada wacana yang mengatakan bencana nasional atau sebagainya, Pemerintah Daerah sanggup mengatasi" ujar Sutopo.

Cipta Lagu Kemarin, Sang Istri Sebut Herman Seventeen Kerap Nyanyikan di Pagi Hari

Liburan Akhir Tahun, Ancol Taman Impian Gelar Meet and Greet Tayo di Ocean Dream Samudra

Sementara itu, Sutopo menyampaikan bahwa hingga Selasa (25/12/2018) pukul 13.00 WIB, tsunami Selat Sunda telah memakan korban jiwa sebanyak 429 orang dan 1.485 orang mengalami luka-luka.

Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah yang paling banyak ditemukan korban jiwa, yaitu sebanyak 290 orang meninggal dunia dan 1.143 orang mengalami luka-luka.

"Jumlah korban kemungkinan akan terus bertambah. Penanganan terus dilakukan. Evakuasi korban masih berlangsung," ujar Sutopo.

"Penanganan darurat terus dilanjutkan dengan fokus pada evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, penanganan korban luka-luka di tim medis, pelayanan pengungsi, perbaikan darurat sarana dan prasarana umum," lanjutnya.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved