Tsunami di Banten

Pegawai dan Keluarga PLN UIT JBB Korban Tsunami di Banten Alami Trauma

Sebanyak 43 pegawai PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat jadi korban tsunami Selat Sunda.

Pegawai dan Keluarga PLN UIT JBB Korban Tsunami di Banten Alami Trauma
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Seorang pria berbaju oranye menangis histeris di Puskesmas Carita usai mengetahui istrinya menjadi korban tsunami di Pantai Carita, Minggu (23/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CINERE - Sebanyak 43 pegawai PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat jadi korban tsunami Selat Sunda.

Mereka tak hanya menderita fisik, tapi juga trauma.

Hal ini disampaikan Kabag Humas Rumah Sakit Puri Cinere, Widya Karmadiyanti, saat dikonfirmasi.

"Kami menangani 43 pasien yang dievakuasi, 18 di antaranya dirawat inap. Ada lima yang dioperasi. Kasus yang kami tangani banyak trauma," kata Widya di RS Puri Cinere Depok, Senin (24/12/2018).

Widya menuturkan ada pendampingan psikologis kepada pihak keluarga yang kehilangan anggota keluarga dan yang kini masih harus dirawat inap.

Dari sekitar 201 pegawai PLN UIT JBB yang mengikuti Family Gathering, sampai sekarang ada 41 pegawai dan satu Event Orgnaizer (EO) yang meninggal, sisanya belum ditemukan.

"Tidak hanya dari sisi fisik, karena tentu korban dan keluarga mengalami trauma. Ada pendampingan dari tim psikologis RS Puri Cinere Depok," sambung dia.

Perihal kapan 18 pegawai PLN UIT JBB yang kini dirawat diperbolehkan pulang, Widya menjelaskan tim dokter RS Puri Cinere Depok masih harus memantau kondisi korban.

Dia memastikan semua korban sudah ditangani sembari menunggu kepulihan fisik yang daya tahan tubuhnya berbeda-beda.

"Kondisi mereka terus kami monitor. Untuk yang pasien yang diperbolehkan pulang itu kembali kepada kondisi masing-masing pasien. Alhamdulillah semua sudah ditangani dengan baik," tuturnya.

RS Puri Cinere Depok siap menangani bila nantinya ada pegawai PLN UIT JBB yang baru ditemukan dan harus dirawat.

RS Puri Cinere Depok sudah menangani pegawai PLN UIT JBB sejak Minggu (23/12/2018) yang datang secara bertahap setelah musibah yang merenggut ratusan korban jiwa itu terjadi.

"Dari pagi kemarin sudah mendapatkan informasi, dari 43 korban itu datangnya bertahap, jadi enggak sekaligus. Kami sampaikan bahwa sampai hari ini, besok dan berapa hari ke depan RS Puri Cinere tetap siaga bila ada korban lain yang menyusul," lanjut Widya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved