Tim Jaguar Polresta Depok Buka Jembatan Pitara yang Ditutup Dua Ormas

Saat Tim Jaguar tiba di lokasi, sejumlah oknum anggota FBR dan PP yang berjaga di kedua sisi jembatan langsung kabur

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Tim Jaguar Polresta Depok saat membuka blokade Jembatan Pitara yang ditutup oknum FBR dan PP, Pancoran Mas, Depok, Selasa (25/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Tim Jaguar Polresta Depok membubarkan oknum anggota Forum Betawi Rempug (FBR) dan Pemuda Pancasila (PP) yang menutup akses pengguna sepeda motor melintas di Jembatan Pitara Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas pada Selasa (25/12/2018).

Katim Jaguar Polresta Depok Iptu Winam Agus mengatakan dua anggota oknum FBR dan PP itu melanggar keputusan Wali Kota Depok M Idris Abdul Shomad yang memperbolehkan pengguna sepeda motor melintas sejak Senin (24/12/2018).

"Mereka menutup akses pengguna sepeda motor yang mau melintas di Jembatan Pitara. Padahal kesepakatannya itu pengendara motor boleh melintas sejak Senin kemarin, tapi sampai tadi masih ditutup," kata Winam saat dihubungi wartawan di Pancoran Mas, Depok, Selasa (25/12/2018).

Akibat penutupan jembatan yang perbaikannya menelan dana Rp Rp 959.115.000 itu, warga Kelurahan Pancoran Mas yang bermukim dekat RW 14 dirugikan.

Pasalnya pengguna jalan harus memutar lewat jalan kecil sehingga kerap bersenggolan dengan warga dan mengakibatkan beberapa pengendara motor yang jatuh ke Kali.

"Pengguna sepeda motor harus memutar lewat jalan tikus. Karena pengguna jalan banyak jalan jadi macet dan menganggu warga sekitar. Beberapa pengguna sepeda motor ada yang jatuh ke Kali karena jalan rusak," ujarnya.

Saat Tim Jaguar tiba di lokasi, sejumlah oknum anggota FBR dan PP yang berjaga di kedua sisi jembatan langsung kabur meski ada juga bertahan dan menolak membuka blokade.

Meski negosiasi sempat alot, oknum anggota FBR dan PP yang berjaga itu memilih pergi dan membuka blokade agar tak digelandang Tim Jaguar Polresta Depok ke Mapolresta Depok.

"Mereka sempat menolak membuka blokade jembatan. Enggak ada anggota Ormas yang diamankan karena mereka akhirnya mengaku salah. Tapi kalau mereka melakukan hal seperti itu lagi akan kita tindak," tuturnya.

Malam Ini, Suara Dentuman Anak Krakatau Terus Terdengar dari Kawasan Carita

Hari Natal, 27 Narapidana Rutan Cilodong Depok dapat Remisi

Sebelumnya, Idris membenarkan Jembatan Pitara memang belum sepenuhnya beres sehingga tak bisa langsung digunakan oleh masyarakat.

Tapi pada Senin (24/12/2018), pengguna sepeda motor sudah bisa melintasi jembatan yang dalam pembangunannya sempat longsor karena dikerjakan saat musim hujan.

Idris menyebut hal ini merupakan kesepakatan antara konsultan, kontraktor, dengan warga setempat yang terdampak proyek pembangunan Jembatan Pitara.

"Roda dua baru boleh lewat hari Senin (24/12/2018). Untuk roda empat baru bisa saat malam tahun baru. Ini sudah kesepakatan dengan warga," ucap Idris, Jumat (21/12/2018).

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved