Breaking News:

Tsunami di Banten

Tim SAR Gabungan Baru Jangkau 1 dari 7 Desa di Kecamatan Sumur Pasca Tsunami Selat Sunda

Tim SAR gabungan baru menjangkau satu dari tujuh desa di Kecamatan Sumur, pasca tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir barat Banten

Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Dok. BNPB
Kondisi setelah tsunami Selat Sunda menerjang, Senin (24/12/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Tim SAR gabungan baru menjangkau satu dari tujuh desa di Kecamatan Sumur, pasca tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir barat Banten beberapa hari lalu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur.

"Ini daerah-daerah yang baru bisa dijangkau untuk darat baru Desa Tamanjaya, itupun di dua Dusun Paniis dan Tanjung Pale. Tim evakuasi masih melakukan pencarian," ujar Sutopo, Selasa (25/12/2018).

Adapun enam desa lainnya di Kecamatan Sumur, yaitu Desa Cigorondong, Kertajaya, Sumberjaya, Tunggajaya, Ujungjaya, dan Kertamukti belum dapat dijangkau karena rusaknya akses jalur darat menuju tempat tersebut.

Polda Banten: Pencarian Korban Tsunami Selat Sunda Hari Ini Difokuskan di Kecamatan Sumur

VIDEO Natal 2018, Ada Santa Claus Beri Hadiah untuk Anak-Anak di Ragunan

Alat berat telah dikerahkan untuk membuka jalur menuju enam desa di Kecamatan Sumur, agar memudahkan tim SAR gabungan untuk melakukan proses evakuasi.

Sutopo menjelaskan, tim SAR gabungan juga melakukan pencarian korban di laut sekitar enam desa tersebut, karena ada kemungkinan sejumlah korban hanyut ke laut saat tsunami Selat Sunda menerjang.

"Kami baru saja menerima informasi, KRI Teluk Cirebon 543 berhasil menemukan jenazah di perairan wilayah (Kecamatan) Sumur. Kemudian dua jenazah juga ditemukan di Pulau Badul dan Handeuleum Kecamatan Sumur," ujar Sutopo.

Sementara itu, Sutopo menyampaikan bahwa hingga Selasa (25/12/2018) pukul 13.00 WIB, tsunami Selat Sunda telah memakan korban jiwa sebanyak 429 orang dan 1.485 orang mengalami luka-luka.

Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah yang paling banyak ditemukan korban jiwa, yaitu sebanyak 290 orang meninggal dunia dan 1.143 orang mengalami luka-luka.

"Jumlah korban kemungkinan akan terus bertambah. Penanganan terus dilakukan. Evakuasi korban masih berlangsung," ujar Sutopo.

"Penanganan darurat terus dilanjutkan dengan fokus pada evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, penanganan korban luka-luka di tim medis, pelayanan pengungsi, perbaikan darurat sarana dan prasarana umum," lanjutnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved