Tsunami di Banten

2 Kali Gagal Mendekat Gunung Anak Krakatau, BMKG: Kaca Pesawat Kena Abu Vulkanik Seperti Gelas Pecah

Ia menjelaskan, kondisi seperti di atas mengharuskan pesawat untuk balik arah ke bandara lantaran sangat berbahaya jika penerbangan dilanjutkan.

2 Kali Gagal Mendekat Gunung Anak Krakatau, BMKG: Kaca Pesawat Kena Abu Vulkanik Seperti Gelas Pecah
ISTIMEWA/Akun Instagram @dwikoritakarnawati.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM - Tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum berhasil mendekati Gunung Anak Krakatau.

Padahal tim sudah dua kali berangkat pada hari berbeda menggunakan pesawat Boeing 737 dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju perairan Selat Sunda.

Sejatinya, dua penerbangan pada tanggal 23 dan 24 Desember yang dijadwalkan pada pagi hari pukul 06.00 WIB dan 09.00 WIB tersebut bertujuan membawa rombongan dari BMKG beserta TNI untuk lenih dekat terhadap objek Gunung Anak Karakatau.

Jarak yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau diperlukan, untuk mumudahakan tim BMKG yang dikepalai oleh Dwikorita Karnawati itu bisa memotret langsung kondisi terkini Gunung Anak Krakatau.

Namun, cuaca yang tidak mendukung ditambah awan tebal akibat abu vulkanik dari erupsi menyebabkan Dwikorita gagal mendekat ke Gunung Anak Krakatau dalam dua penerbangan berturut tersebut.

Ia menjelaskan, kondisi seperti di atas mengharuskan pesawat untuk balik arah ke bandara lantaran sangat berbahaya jika penerbangan dilanjutkan.

Bahkan, dari penuturannya, partikel-partikel dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tersebut sempat ada yang menempel di kaca pesawat.

Tidak ingin keadaan bertambah buruk baik bagi pesawat maupun keselamatan penumpang saat itu, akhirnya pesawat pun benar-benar harus kembali ke daratan Pulau Jawa.

"Yang pertama hari Senin tanggal 24 itu kena abu vulkanik, ada kaca yang tertempel abu vulkanik kaya gelas pecah, kaya pecahan gelas. Itu bisa membahayakan mesin pesawat sehingga harus balik dan saat itu awan tebal," kata Dwikorita kepada TribunJakarta.com, Rabu (26/12/2018).

Halaman
123
Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved