Tsunami di Banten

2 Kali Gagal Mendekat Gunung Anak Krakatau, BMKG: Kaca Pesawat Kena Abu Vulkanik Seperti Gelas Pecah

Ia menjelaskan, kondisi seperti di atas mengharuskan pesawat untuk balik arah ke bandara lantaran sangat berbahaya jika penerbangan dilanjutkan.

2 Kali Gagal Mendekat Gunung Anak Krakatau, BMKG: Kaca Pesawat Kena Abu Vulkanik Seperti Gelas Pecah
ISTIMEWA/Akun Instagram @dwikoritakarnawati.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. 

"Yang kedua hari Selasa itu karena awannya jauh lebih tebal lagi sehingga kami tidak bisa memotret, jarak pandang tidak memadai dan itu membahayakan keselamatan pesawat sehingga harus balik lagi. Itu pagi sekitar jam 9 bahkan yang pertana jam 6 pagi yang pertama. Tapi cuaca tidak mendukung, semakin siang itu tidak kondusif," tambahnya.

Padahal ketinggian penerbangan kala itu, dikatakan Dwikorita cukup tinggi berkisar di antara 5.000 sampai dengan 15.000 kaki.

Abaikan Ini, Dylan Sahara Lebih Memilih Selalu Dekat dengan Ifan Seventeen

Namun karena Gunung Anak Krakatau yang masih erupsi, kondisi itu pula yang berdampak terhadap keselamatan penerbangan meski jaraknya belum terlalu dekat.

"Karena ini menurut Bapak Panglima (TNI) untuk melakukan survei itu harus cukup tinggi agar kamera itu memotretnya bisa utuh. Kalau terlalu rendah itu selain membahayakan karena masih erupsi vertikal, terlalu rendah itu membahayakan dan angle foto pemotretannya itu enggak bisa utuh," kata Dwikorita.

Ia mengatakan, dalam dua penerbangan tersebut dirinya juga belum dapat melihat secara langsung kondisi Gunung Anak Krakatau terkini.

"Saya kemaren enggak, tapi menurut pilotnya, ini sebenarnya sudah dekat Bu sudah di depan hanya kami tidak bisa menembus ini awan terlalu tebal. Sehingga jarak pandang itu loh tapi dari radar kan kelihatan cuma kalau masuk di awan kan juga terguncang-guncang dong," ujarnya.

Meski berada tidak jauh dari Gunung Anak Krakatau dan sudah merasakan dampak dari erupsinya.

Hal tersebut tidak membuat Dwikorita merasa cemas atau takut.

Profesi serta jabatannya selaku Kepala BMKG membuat Dwikorita harus siap dalam segala kemungkinan yang terjadi.

Menurutnya, selama tetap memperhitungkan unsur keselamatan, maka tidak ada lagi alasan untuk cemas.

Halaman
123
Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved