Breaking News:

Bank DKI Beri Bantuan Rp 286 Juta untuk Pegawai RSUD Tarakan yang Jadi Korban Tsunami

Bank DKI, memberi bantuan kepada 27 orang korban meninggal dunia dengan besaran masing-masing Rp 7,5 juta.

TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Dirut Bank DKI Wahyu Widodo menyerahkan bantuan secara simbolis untuk pegawai RSUD Tarakan yang menjadi korban tsunami selat sunda kepada Dirut RSUD Tarakan Dian Ekawati 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Direktur Utama Bank DKI Wahyu Widodo menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pihak RSUD Tarakan, Jakarta Pusat untuk pegawainya yang menjadi korban bencana tsunami Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) lalu.

Bantuan tersebut, diberikan Bank DKI sebagai bentuk rasa empati kepada para korban yang tertimpa musibah.

"Kami berusaha untuk bisa membantu dalam bentuk apa yang bisa kami bantu. Jangan dilihat jumlahnya, tapi sebagai rasa yang disampai kan tadi, empati dari kami sebagai sesama bagian dari Pemda DKI," kata Wahyu di RSUD Tarakan, Rabu (26/12/2018).

Bank DKI, memberi bantuan kepada 27 orang korban meninggal dunia dengan besaran masing-masing Rp 7,5 juta.

Sedangkan untuk korban yang mengalami luka-luka, masing masing diberikan bantuan sebesar Rp 3 juta.

"Baru terupdate jumlah korban yang meninggal tercatat di kami ada 26 (korban) tapi ternyata malah 27 jadi teman-teman dari Bank DKI menyampaikan bantuan empati untuk keluarga korban kurang lebih (total) sebesar Rp 286,5 juta," ungkap Wahyu.

Gunung Anak Krakatau Semburkan Awan Panas ke Arah Selatan

Merespon hal tersebut, Dirut RSUD Tarakan Dian Ekawati, mengucapkan rasa terima kasihnya. Dian menjelaskan, saat itu ada sekitar 80 karyawannya yang tengah mengikuti acara gathering di pantai Carita.

Saat kejadian, diceritakan Dian bahwa salah satu karyawannya sempat memberi kabar jajarannya lewat video yang dikirim via whatsapp.

"Dia melaporkannya dalam bentuk video mengenai gelombang air laut. Tapi setelah itu, ketika akan dihubungi kembali sudah tidak bisa dihubungi. Kemudian baru pada kurang lebih subuh-subuh, itu baru kami dari manajemen terinformasi bahwa keluarga karyawan koperasi Tarakan mendapat musibah dengan bencana tsunami yang melanda pada malam itu," ungkap Dian.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved