Breaking News:

Tsunami di Banten

Lagu Kemarin Band Seventeen Didasari Cerita Nyata, Aviwkila Kasih Tribute untuk Para Korban Tsunami

Aviwkila memberi tribut untuk personel Seventeen dan korban terdampak tsunami di Banten dan Lampung. Terungkap sejarah cerita lagu Kemarin.

instagram @seventeenbandid
Grup band Seventeen 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Band Seventeen undur diri dari musik Indonesia, setelah personelnya meninggal tersapu tsunami di Banten, kecuali sang vokalis.

Di tengah duka para korban tsunami Selat Sunda yang memakan ratusan korban baik di Banten dan Lampung Selatan, grup musik Aviwkila memberikan tribute.

Tribute tersebut mengenang kepergian personel band Seventeen di antaranya bassis M. Awal "Bani" Purbani, gitaris Herman Sikumbang, drummer Windu Andi Darmawan, road manager Oki, kru Ujang.

Mundurnya band Seventeen dari musik Indonesia disampaikan langsung sang vokalis Riefian Fajarsyah atau akrab disapa Ifan Seventeen melalui Instagramnya.

"Temen-teman musisi Indonesia, maupun teman-teman sesama entertainer, kawan Seventeen Indonesia, para sahabat, event organizer, client product, music label, management dan semua pihak yang pernah bekerja sama dengan @seventeenbandid.

Mewakili mas Andi, mas Herman dan mas Bani, kalau selama 20 tahun kurang 20 hari kami berkarya ada salah tutur kata maupun perbuatan yang kurang berkenan, aku memohon maaf yang sedalam-dalamnya.

Minta tolong doanya buat mas Bani, mas Herman dan mas Andi semoga mereka husnul khotimah dan ditempatkan disisi Allah yang paling mulia.
Pamit terimakasih dari kami

-Sahabat sepanggung sehidup semati, Seventeen-," tulis Ifan Seventeen, @ifanseventeen, Senin (24/12/2018).

Tribute untuk Seventeen

Aviwkila yang digawangi Thana Ajeng Purishita (Ajeng) dan Uki Daud pun membuat tribute untuk mereka dengan menyanyikan lagu Kemarin.

Halaman
1234
Penulis: Yogi Gustaman
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved