Breaking News:

Tsunami di Banten

Lagu Kemarin Band Seventeen Didasari Cerita Nyata, Aviwkila Kasih Tribute untuk Para Korban Tsunami

Aviwkila memberi tribut untuk personel Seventeen dan korban terdampak tsunami di Banten dan Lampung. Terungkap sejarah cerita lagu Kemarin.

Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Wahyu Aji
instagram @seventeenbandid
Grup band Seventeen 

Kini sendiri di sini
Mencarimu tak tahu di mana
Semoga tenang kau di sana
Selamanya

Aku slalu mengingatmu
Doakanmu setiap malamku
Semoga tenang kau disana
Selamanya

Sejarah lagu Kemarin

Selesai Ajeng menyanyikan lirik, "Berharap semua takkan pernah berakhir bersamamu bersamamu," Uki menghela napas menahan kesedihan.

Sambil menguatkan diri agar tak terus sedih, Uki menjelaskan sejarah lagu Kemarin milik Seventen yang diciptakan sang gitaris, Herman.

"Ini lagu yang nyiptain Mas Herman. Saat itu aku tanya ke Mas Herman, zaman aku masih di Seventeen, pas promo lagu aku tanya, 'Mas ini lagu ceritanya tentang apa," ujar Uki.

Herman lalu bercerita lagu tersebut tentang temannya yang meninggal mendadak. Ceritanya, saat itu Herman asyik mengobrol dengan temannya itu, tapi tiba-tiba si teman meninggal.

Kondisi ini yang sangat memukul Uki, karena ditinggal pergi selamanya oleh sebagian besar personel band Seventeen.

Kesaksian ini sekaligus menjawab kenapa Aviwkila selalu mengupdate terus tentang Seventeen sejak tsunami melanda pantau Tanjung Lesung, Banten.

Uki memastikan ia dan Ajeng mengcover lagu Kemarin tak hanya untuk personel Seventeen yang meninggal, tapi juga seluruh korban tsunami di Banten dan Lampung Selatan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved