Masih Ada 70 Kendaraan Mewah di Jakarta Barat yang Menunggak Pajak

Ada 70 kendaraan mewah di wilayahnya yang menunggak pajak. Adapun yang tergolong kendaraan mewah adalah kendaraan dengan nilai jual diatas Rp 1 miliar

Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) Kota Administrasi Jakarta Barat, Elling Hartono saat ditemui di gedung Samsat Jakarta Barat, Kamis (27/7/2016).(Kompas.com/Sherly Puspita) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN- Kepala Unit Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ‎Jakarta Barat, Elling Hartono menyebut saat ini masih ada 70 kendaraan mewah di wilayahnya yang menunggak pajak.

Adapun yang tergolong kendaraan mewah adalah kendaraan dengan nilai jual diatas Rp 1 miliar.

‎"Kendaraan mewah di Jakarta Barat jumlahnya sekitar 240, namun yang belum bayar pajak sekarang tinggal 70-an kendaraan saja dengan total tunggakan sekitar Rp 4 miliar ," kata Elling Hartono kepada wartawan, Rabu (26/12/2018).

Untuk mengenjot penerimaan pajak dari kendaraan mewah, Elling mengatakan pihaknya terus gencar melakukan berbagai macam cara.

Satu diantaranya yakni menyambangi langsung rumah yang namanya tercatat sebagai pemilik kendaraan mewah tersebut.

Namun terkadang ada pemilik kendaraan mewah yang meminjam identitas orang lain untuk menghindari pajak progresif.

Seperti yang terjadi pada pasangan suami istri Andi (53) dan Aliyah (44) dimana keduanya hanya meminjamkan identitasnya kepada atasannya untuk kepemilikan mobil Porsche dan Jaguar.

Pasutri di Gang Sempit Jakbar Tercatat Pemilik Mobil Mewah yang Menunggak Pajak, Begini Faktanya

Bisa Dimulai Awal 2019, Blokir STNK bagi Penunggak Pajak, Simak Sederet Aturannya

"‎Harapannya dengan gencarnya melakukan kegiatan semacam ini dan diekspose membuat para pemilik kendaraan mewah mau membayar pajaknya tepat waktu," kata Elling.

Elling menambahkan untuk total PKB dan BBNKB di Samsat Jakarta Barat sampai 22 Desember 2018 telah mencapai Rp 2,9 triliun.

"Rinciannya, Rp 1,8 triliun dari PKB dan Rp 1,1 triliun untuk BBNKB," kata Elling.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved