Sedang Jadi Saksi Nikah, Andi Kaget Rumahnya Didatangi Petugas Samsat

Pria yang bekerja sebagai petugas keamanan itu mengatakan kendaraan mewah tersebut adalah milik bosnya yang meminjam identitasnya

Sedang Jadi Saksi Nikah, Andi Kaget Rumahnya Didatangi Petugas Samsat
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Andi (53) bersama Kepala Unit PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ‎Jakarta Barat, Elling Hartono di rumahnya Jalan Karya Baru, RT 9/3, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (26/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - A‎ndi (53) menceritakan kejadian yang dialaminya sewaktu mendapat kabar bahwa tempat tinggalnya di Jalan Karya Baru, RT 9/3, Grogol Petamburan, Jakarta Barat didatangi Petugas Samsat Jakarta Barat pada Minggu (23/12/2018).

Hal itu lantaran istrinya yang bernama Aliyah (44) merupakan nama pemilik kendaraan mewah Porshe tipe Caymen yang menunggak pajak Rp 28,290,000.

Andi mengatakan saat petugas Samsat Jakarta Barat mendatangi rumahnya, ia tengah menjadi saksi pernikahan ponakannya di Indramayu, Jawa Barat.

"Saya ditelpon sama ibu RT itu, pas banget penganten lagi ijab kabul. Makanya sempet berhenti sebentar itu ijab kabulnya gara-gara handphone saya bunyi. Jadinya mirip kayak di sinetron begitu dah," kata Andi ditemui di rumahnya, Rabu (26/12/2018).

‎Mendengar informasi dari ketua RT setempat bahwa istrinya menunggak pajak kendaraan, Andi pun kemudian memberikan penjelasan melalui sambungan telepon bahwa kendaraan mewah itu bukanlah miliknya.

Sebab, selain tercatat memiliki kendaraan Porshe atas nama istrinya, Andi juga tercatat memiliki kendaraan Jaguar.

Cerita Guru SD di Tangsel Korban Selamat Tsunami: Lari Setengah Hati Hingga Selfie Ombak Besar

Pria yang bekerja sebagai petugas keamanan itu mengatakan kendaraan mewah tersebut adalah milik bosnya yang meminjam identitasnya.

"‎Saya sih tenang karena enggak salah, cuma kalau istri memang sempat syok dan panik takutnya kenapa-napa. Makanya pas hari ini petugas Samsat datang lagi ke rumah, langsung saya blokir kendaraan itu karena bukan punya saya," kata Andi.

Kepala Unit PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ‎Jakarta Barat, Elling Hartono ‎mengakui beberapa pemilik kendaraan mewah menggunakan nama orang lain untuk menghindari pajak progresif.

Meski tak melanggar hukum bila ada kesepakatan seperti yang terjadi di kasus Andi, Elling meminta para pemilik kendaraan mewah untuk tidak menunggak pajak.

"Semoga dengan adanya kejadian ini mudah-mudahan pemilik mobil yang mengatasnamakan orang lain bisa bayar tepat waktu. Selama perpajakannya dipenuhi ‎ya tidak ada masalah," kata Elling.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved