Breaking News:

Pilpres 2019

Fahri Hamzah Beberkan Kelompok yang Desak Amien Rais Mundur dan Ungkap Masa Lalu dengan BJ Habibie

Saat memberi penjelasan kasus Amien Rais, Fahri Hamzah juga menghubungkan dengan presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie dan Prabowo Subianto.

tribunnews.com
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah 

 

Singkat cerita, Setelah pak Harto jatuh, dan @ProfAmienRais menjadi mercusuar di kalangan intelektual dan mahasiswa, orang2 bertanya apa selanjutnya? Beliau ditarik di antara dua keinginan. BJH ingin beliau gabung dengan pemerintah tapi sebagian ingin beliau di luar.

Saya termasuk yg ditanya, saya tahu karena saya mendengar dari almarhum Adi Sasono bahwa BJH ingin sekali pak @ProfAmienRais memimpin DPA (Dewan Pertimbangan Agung) yg masih ada waktu itu. Ini juga mempersiapkan beliau menjadi pemimpin berikutnya pasca Orde Baru.

Setelah diskusi panjang, @ProfAmienRais memutuskan untuk menjawab pak Habibie, “Pak Habibie, biarkan saya berada di luar sebagai tandingan pemerintah. Mari kita bertinju agar pemerintah ini sehat dan menjalani transisi secara baik”. Itu yg saya tangkap.

Saya tahu akibat keputusan pak @ProfAmienRais ke dalam pemerintahan BJH. Sebagian beranggapan, ini adalah adu domba. Seperti akhirnya pak @prabowo pun tersingkir dari samping Habibie. Bayangkan kalau mereka bersatu. Tapi itulah sejarah.

Di sela @ProfAmienRais saya mengerti kelompok2 yang memang todak punya modal sebesar beliau. Tapi mereka punya jaringan. Mereka ini anti Habibie tetapi mereka memerlukan pak Amien untuk melawan Habibie. Mereka yang berbahagia karena pak Amien tidak mau gabung.

Maksud pak @ProfAmienRais adalah menjaga Demokrasi. Dan itu yang beliau lakukan sehingga mengawal konstitusi dalam 4 kali amandemen sebagai ketua @mprgoid . Tapi, mereka punya maksud lain, “Jangan sampai orang pintar yang tak bIsa dipengaruhi memimpin negeri ini”.

Itulah agenda laten kelompok ini. Setelah berhasil menggagalkan konsolidasi kelompok yang punya akar, mereka putar haluan. Saya ingat, mereka gembira dengan periode pertama pak @SBYudhoyono karena cukup akomodatif. Tapi, begitu beliau mulai keras, serangan datang.

Sekarang, musuh mereka bergabung. Tokoh seperti @SBYudhoyono , @ProfAmienRais dan @prabowo adalah mewakili kelompok yg tidak saja mengerti persoalan tetapi mengakar. Ini yang mereka takutkan. Karena mereka bisa kehilangan kendali kebijakan.

Kelompok ini gandrung mendukung orang lemah. Motifnya adalah mempengaruhi kebijakan dan mengambil bagian dalam kekuasaan. Banyak mau tanpa keringat itulah cara mereka. Manuver dan politik elit itu jalan mereka.

Halaman
1234
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved