Breaking News:

Gembok Pagar Raib, Sopir Karo Ops Polda Sumbar Duga Garong Gunakan Cairan Setan

Yuli Wiyanto (37), sopir Kombes Pol Djihartono menduga garong yang menyatroni rumah bosnya menggunakan cairan kimia

TRIBUNJAKARTA.COM/ BIMA PUTRA
Yuli Wiyanto (37) saat menunjukkan gembok di pagar sisi kanan yang tak dirusak, Cimanggis, Depok, Rabu (26/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - Yuli Wiyanto (37), sopir keluarga Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Djihartono menduga garong yang menyatroni rumah bosnya menggunakan cairan kimia perusak gembok atau beken disebut 'cairan setan'.

Dugaannya berdasar pada raibnya satu gembok di pintu gerbang sebelah kiri dan hasil berbincang dengan Unit Resmob dan Jatanras Polda Metro Jaya, Satreskrim Polresta Depok, serta Unit Reskrim Polsek Cimanggis.

"Gembok pagar yang di gerbang kiri hilang, sepertinya dilelehin pakai cairan perusak gembok. Kalau gerbang yang kanan gemboknya masih ada. Yang pertama tahu perampokan saya, karena posisi rumah kosong. Saya dikasi pegang kunci pagar buat nyalain lampu," kata Yuli di Cimanggis, Depok, Rabu (26/12/2018).

Selain hasil perbincangan dengan polisi, Yuli mendasari dugaan bahwa pelaku menggunakan cairan kimia pada letak rumah yang terletak di pinggir Jalan Tugu Raya RT 02/RW 12 Blok EE/45 Kelurahan Tugu, Cimanggis.

Kapolsek Pancoran Mas: 25 Oknum Jakmania Terlibat Pengeroyokan, Perampasan, dan Perusakan Minimarket

Meski hanya terdiri dari dua lajur, rumah Djihartono terletak di lokasi ramai karena dikelilingi pedagang makanan depan, warung kelontong, tukang ojek, pedagang kaki lima Masjid, dan sekolah.

Banyaknya aktivitas warga itu dipastikan harus membuat pelaku bergerak cepat saat hendak merusak gembok pintu pagar berukuran cukup besar yang digunakan.

"Di sini ramai, banyak orang dagang, depan pagar sebelah kanan saja warung rokok sama warung makan. Dekat pagar kiri juga warung makan, fotokopi, segala macam. Pelakunya pasti gerak cepat, kalau enggak ketahuan," ujarnya.

Dari penuturan sejumlah warga yang diterima, Yuli mengatakan sekira pukul 13.30 WIB ada satu pria yang menaiki sepeda motor dan pria lain yang menaikkan mobil.

Pria yang menaiki sepeda motor itu sempat berhenti depan pagar sisi kiri yang jadi jalur masuk, namun tak diketahui pasti apa pria tersebut merupakan garong yang diburu polisi.

Korban Perampokan Sadis, Cerita Yulianto Berniat Kembali Jadi Sopir Taksi Online

Halaman
123
Penulis: Bima Putra
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved